Pasar Kripto 2026 di Persimpangan, Bitcoin Uji Fondasi Menuju Fase Baru
Fyqieh menyebut, kondisi ‘higher for longer’ membuat likuiditas global tetap ketat, sekaligus membatasi katalis kenaikan agresif pasar kripto pada awal 2026. “Risiko downside masih ada di awal 2026, terutama jika data inflasi dan tenaga kerja tidak mendukung pelonggaran moneter. Namun tekanan ini bersifat makro, bukan karena melemahnya fundamental kripto,” tegas Fyqieh.
Meski awal tahun diproyeksikan penuh volatilitas, prospek jangka menengah hingga akhir 2026 dinilai tetap konstruktif. Sejumlah analis global memproyeksikan Bitcoin berpotensi mencetak rekor harga baru hingga US$ 150.000, ditopang meningkatnya adopsi institusional, pertumbuhan ETF kripto, serta peran Bitcoin sebagai lindung nilai di tengah membengkaknya utang pemerintah global.
Selain Bitcoin, sektor stablecoin diperkirakan menjadi katalis pertumbuhan baru. Integrasi stablecoin dengan sistem pembayaran, termasuk kartu berbasis kripto, serta dukungan regulasi yang lebih jelas, diproyeksikan mendorong pertumbuhan pasokan stablecoin global hingga lebih dari 50%.
Tahun 2026 juga diprediksi menjadi fase penting dari sisi regulasi. Di Amerika Serikat, regulasi komprehensif seperti Clarity Act berpotensi disahkan dan memberikan kepastian hukum bagi industri kripto. Sementara di Indonesia, implementasi UU P2SK akan menjadi penentu arah perkembangan aset kripto domestik.
“Regulasi yang lebih ketat memang bisa menekan pasar dalam jangka pendek, tetapi kepastian hukum justru menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” ujar Fyqieh.
Secara teknikal, pasar kini menanti konfirmasi arah. Penembusan Bitcoin di atas US$ 105.000 berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan dan mengonfirmasi fase bullish baru. Sebaliknya, penurunan di bawah US$ 80.000 dapat memicu koreksi lebih dalam dan memperpanjang fase konsolidasi.
“2026 kemungkinan besar diawali dengan volatilitas tinggi, namun membuka peluang pemulihan bertahap. Fase konsolidasi saat ini adalah bagian dari proses menuju struktur pasar kripto yang lebih matang,” pungkas Fyqieh.
Fyqieh mengimbau investor tetap disiplin, memahami risiko, dan menyesuaikan strategi dengan profil masing-masing, sembari menanti jawaban besar yang masih ‘ditahan’ pasar: apakah 2026 menjadi awal bull market baru, atau sekadar jeda sebelum siklus berikutnya terbentuk.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Kejutkan Dunia, Pemimpin Militer Burkina Faso Lontarkan Pernyataan Kontroversial
Pemimpin militer Burkina Faso Ibrahim Traore lontarkan pernyataan kontroversial, sebut demokrasi membunuh dan minta rakyat lupakan pemilu.KLH dan Pemprov Sulsel Bangun PSEL dengan Investasi Rp 3 Triliun
Kementerian LH bersama Pemprov Sulsel memulai pembangunan Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi Rp 3 triliun.Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026
PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru
Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon
Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur
Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.Tag Terpopuler
Terpopuler





