Minggu, 21 Juni 2026

Asing Gerak Cepat Net Buy Saham Gede, Trio Maut Diburu

Penulis : Jauhari Mahardhika
2 Jan 2026 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar)

JAKARTA, investor.id – Investor asing gerak cepat melakukan aksi beli bersih (net buy) saham dengan nilai besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026) atau hari pertama perdagangan tahun 2026. Asing langsung memburu saham trio maut, yakni BUMI, BRMS, dan DEWA.

Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 1,06 triliun. Alhasil, asing mengawali tahun ini dengan catatan net buy Rp 1,06 triliun.

Net buy terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp 889,3 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain saham BUMI, asing juga memborong saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net buy sebesar Rp 252,4 miliar.

Kemudian, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan net buy asing senilai Rp 204 miliar.

Sebaliknya, transaksi jual bersih (net sell) terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 366,69 miliar.

Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan net sell asing sebesar Rp 83,79 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup melonjak 101,1 poin (1,17%) ke level 8.748,1. IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Sebanyak 508 saham naik, 206 saham turun, dan 244 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 22,2 triliun.

Sejumlah sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang menguat paling tinggi yakni sektor transportasi sebesar 6,5%.

Diikuti, penguatan di sektor teknologi sebesar 4,4%, sektor barang konsumen primer 3,4%, sektor energi 3,3%, sektor barang baku 2,7%, sektor perindustrian 2,1%, sektor properti 0,7%, sektor barang konsumen non-primer 0,69%, dan sektor infrastruktur 0,4%.

Sebaliknya, pelemahan melanda sektor keuangan sebesar 0,8% dan sektor kesehatan 0,5%.

Cuan Gede 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia