Ahli Terus Terang soal Nasib Harga Emas
Selain faktor moneter, sentimen geopolitik turut membatasi tekanan terhadap emas. Pasar saat ini mencermati kelanjutan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah laporan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan yang memicu respons keras dari Iran.
Dalam kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, emas tetap dipandang sebagai aset safe haven. Permintaan terhadap aset lindung nilai cenderung meningkat ketika risiko geopolitik membesar.
Pergerakan emas juga berlangsung dalam volume transaksi yang relatif tipis seiring libur Presidents Day di Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sembari menunggu katalis berikutnya.
Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis notulensi rapat FOMC (FOMC Minutes) yang dijadwalkan pada Rabu (18/2/2026). Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.
Secara teknikal, emas masih menghadapi tekanan jangka pendek setelah gagal mempertahankan posisi di atas level resistensi US$ 5.028. Selama belum mampu kembali menembus area tersebut, potensi koreksi tetap perlu diwaspadai.
“Namun dalam jangka menengah, prospek emas dinilai tetap positif sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika global yang berkembang,” sebut Analis Market HSB Investasi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






