Sabtu, 4 April 2026

Pasar BTC Tertekan, 5 Fitur Ini Dapat Minimalisir Risiko Kerugian

Penulis : Emanuel Kure
16 Feb 2026 | 21:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST

JAKARTA,investor.id-Pasar kripto khususnya Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam, setelah sempat menyentuh all time high (ATH) pada Oktober 2025, hingga menyentuh US$126,210. Kini, BTC terkoreksi di kisaran US$ 68,00, anjlok hampir 50% pada Februari 2026.

Demi meminimalisir risiko kerugian trader, Pintu, salah satu aplikasi trading aset kripto di Indonesia, melalui Pintu Futures menyediakan lima fitur unggulan bagi pengguna yaitu, take profit dan stop loss, adjustable leverage hingga 25x, price protection, initial margin buffer, dan stop order.

“Trading derivatif kripto tidak hanya soal mengejar potensi keuntungan, tapi juga tentang bagaimana seorang trader perlu mengontrol dan mengantisipasi risiko. Sepanjang 2025 kami terus menghadirkan fitur inovatif untuk mendukung manajemen risiko trading derivatif, yang sekarang semuanya sudah bisa dimaksimalkan oleh pengguna,” kata Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).

Advertisement

Dia menjelaskan, manajemen risiko pada platform Pintu, kini lebih mudah dengan fitur take profit dan stop loss untuk pengaturan target profit dan batas rugi otomatis. Trader juga bisa menggunakan adjustable leverage untuk menyesuaikan tingkat leverage, dari 1x hingga 25x, sesuai dengan strategi dan profil risiko setiap trader.

Selain itu, ada fitur price protection yang dapat melindungi posisi dari slippage yang ekstrem saat market sedang volatil yang bisa diatur tingkat toleransinya seperti 0,2%, 1%, atau 2,5%. Lalu, ada fitur IM buffer berfungsi untuk menambahkan margin cadangan ke posisi yang telah dipasang agar tidak cepat terkena likuidasi.

Terakhir adalah stop order untuk melakukan order ketika harga mencapai level tertentu sesuai yang ditentukan berdasarkan analisis teknikal. Fitur ini membantu trader mengelola risiko maupun masuk ke pasar berdasarkan strategi tertentu tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

“Perlu diingat produk derivatif kripto masuk ke dalam kategori produk investasi high risk high return, maka dari itu, selain terdapat fitur untuk manajemen risiko, menganalisis kondisi pasar dan menambah informasi juga sangat penting,” ucap Iskandar.

Editor: Emanuel

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 13 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 24 menit yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 44 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 50 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 54 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia