Sabtu, 4 April 2026

10 Saham yang Bakal Lari di Tahun Kuda Api

Penulis : Jauhari Mahardhika
17 Feb 2026 | 08:08 WIB
BAGIKAN
Tahun 2026 sebagai Tahun Kuda Api menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas dalam pemilihan saham. Terpilih, 10 saham yang bakal berlari, mulai dari BMRI, JPFA, INET, ENRG, hingga TLKM. (Investor Daily/David Gita Roza)
Tahun 2026 sebagai Tahun Kuda Api menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas dalam pemilihan saham. Terpilih, 10 saham yang bakal berlari, mulai dari BMRI, JPFA, INET, ENRG, hingga TLKM. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Tahun 2026 sebagai Tahun Kuda Api menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas dalam pemilihan saham. Sebanyak 10 saham telah terpilih karena berpotensi memberikan cuan maksimal, mulai dari BMRI, JPFA, INET, ENRG, hingga TLKM.

Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset berjudul ‘2026 Year of Fire Horse Outlook’ menyebutkan bahwa pasar tidak lagi bergerak serentak, melainkan didominasi oleh emiten dengan narasi pertumbuhan kuat dan likuiditas tinggi sebagai indikator utama.

Dalam lanskap yang berorientasi pada momentum tersebut, sektor defensif kehilangan daya tarik sebagai mesin pertumbuhan, beralih fungsi semata-mata sebagai instrumen lindung nilai untuk meredam volatilitas.

Advertisement

“Bukan saatnya untuk konsolidasi pasif, pasar akan didominasi oleh entitas yang berani mengambil ruang. Proyek dengan cerita masa depan dan prospek pertumbuhan yang kuat akan mendapatkan valuasi premium,” tulis tim riset Kiwoom Sekuritas, yang dikutip pada Selasa (17/2/2026).

Elemen api melambangkan transformasi, volatilitas, dan eksposur terhadap risiko. Sedangkan zodiak kuda melambangkan kecepatan, ekspansi, dan kompetisi.

Di tahun kuda api, menurut Kiwoom Sekuritas, strategi ‘buy and hold’ tradisional akan tergerus oleh inflasi dan volatilitas. Sebab pasar bakal bergerak dalam rotasi sektor yang sangat cepat. Keuntungan maksimal bisa diraih melalui active rebalancing dan momentum play.

“Tahun ini bukan panggung bagi mereka yang mencari rasa aman, melainkan bagi mereka yang memiliki ketajaman membaca momentum. Di bawah naungan kuda api, diam berarti tertinggal,” ungkap Kiwoom Sekuritas.

Pemenang tahun ini bukanlah portofolio yang paling defensif, tetapi yang paling cepat beradaptasi dengan arah angin volatilitas. Strategi exit dan entry sama-sama krusial. Jangan biarkan euforia menghapus realisasi keuntungan.

10 Saham Potensial Cuan: 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 8 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 12 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 20 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia