Skenario Saham Antam (ANTM) Selanjutnya
JAKARTA, investor.id – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam masuk radar cuan. KB Valbury Sekuritas mengungkapkan analisisnya untuk memaksimalkan cuan saham ANTM, jika pemodal melakukan trading pada perdagangan Rabu (18/2/2026).
KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham ANTM. Target harga harian Rp 4.130. Pemodal bisa masuk di kisaran harga Rp 3.990-4.050 (entry price).
Secara teknikal, level resistance (batas atas) saham ANTM di Rp 4.130, sedangkan level support (batas bawah) Rp 3.990. “Waspada jika harga menembus Rp 3.990. Stop loss di level Rp 3.850,” tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Selasa (17/2/2026).
Pada perdagangan terakhir, saham Antam (ANTM) ditutup terkoreksi 1,7% ke level Rp 4.050. Dalam sepekan terakhir, ANTM melonjak 9,1% dan sebulan meningkat 5,7%. Selama periode year to date (ytd), saham ANTM melejit 28,5%.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi untuk sektor pertambangan logam (emas, nikel, timah, dan lain-lain) menjadi overweight. ANTM dan NCKL menjadi pilihan teratas.
“Rekomendasi overweight didukung oleh dinamika margin yang diperkirakan membaik pada kuartal IV-2025 (4Q25), serta visibilitas laba yang lebih kuat menuju 2026 di tengah prospek pasokan nikel yang lebih disiplin,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan terjadi perbaikan laba di sektor pertambangan logam – emas, nikel, timah, dan lain-lain – pada 4Q25. Ini terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin, bukan oleh pertumbuhan volume yang agresif.
Target Harga Selanjutnya
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan laba PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tetap solid, mencapai 109% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan 110% dari estimasi konsensus.
Hal itu ditopang oleh kontribusi yang kuat dari segmen nikel, meskipun volume penjualan emas Antam (ANTM) diperkirakan lebih lemah pada 4Q25.
BRI Danareksa Sekuritas memprediksi persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) akan lebih diprioritaskan kepada BUMN seperti ANTM dan pemain terintegrasi seperti NCKL.
Dengan demikian, urutan terbaru saham pilihan di sektor pertambangan logam adalah ANTM > NCKL > TINS > INCO.
ANTM dan NCKL tetap menjadi pilihan teratas berkat harga bijih yang tetap kuat, operasi terintegrasi, serta sensitivitas laba yang tinggi terhadap kenaikan ASP.
Sementara itu, MBMA masih diuntungkan oleh normalisasi operasi HGNM. Sedangkan TINS dinaikkan peringkatnya seiring perbaikan kualitas bahan baku dan momentum harga timah yang positif. INCO tetap lebih bersifat taktis mengingat volatilitas pasokan bahan baku dan laba.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham ANTM dan NCKL. Target harga saham ANTM mencapai Rp 4.800 dan NCKL sebesar Rp 1.800.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan buy saham TINS dan INCO, meski bukan pilihan prioritas. Target harga saham TINS dipatok Rp 4.100 dan INCO sebesar Rp 7.500.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




