Harga Batu Bara Terkerek, Impor India Melonjak Meski Harga Global Memanas
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terkerek pada Selasa (17/2/2026), i tengah lonjakan impor batu bara kokas India yang naik 5,4% secara bulanan menjadi 5,9 juta ton pada Januari 2026, meskipun harga global sedang menanjak.
Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2026 melesat US$ 0,8 ke level US$ 117,05 per ton. Sedangkan Maret 2026 melejit US$ 0,95 menjadi US$ 121,05 per ton. Sementara itu, April 2026 terkerek US$ 0,95 menjadi US$ 121,05 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2026 menguat US$ 0,25 menjadi US$ 105,6. Sedangkan, Maret 2026 menguat US$ 0,5 menjadi US$ 107,9. Sedangkan pada April 2026 terkerek US$ 0,6 menjadi US$ 107,1.
Dikutip dari Bigmint, impor batu bara kokas India meningkat 5,4% secara bulanan (month-on-month/m-o-m) menjadi 5,9 juta ton (mnt) pada Januari 2026, dari 5,6 juta ton pada Desember 2025.
Kenaikan ini terjadi karena pabrik baja aktif melakukan restocking pada November–Desember menjelang dimulainya kuartal IV tahun fiskal.
Di India, kuartal IV umumnya ditandai dengan peningkatan permintaan dan harga baja.
Secara tahunan (year-on-year/y-o-y), volume impor tersebut juga naik 3,5% dibandingkan 5,7 juta ton pada Januari 2025.
Menariknya, kenaikan impor ini terjadi meskipun harga batu bara kokas global melonjak sepanjang Januari 2026.
Australia tetap menjadi pemasok terbesar pada Januari. Sementara itu, pengiriman dari Rusia melonjak tajam baik secara bulanan maupun tahunan. Sebaliknya, Indonesia mencatat penurunan paling signifikan secara bulanan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






