Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Terperosok Usai Rilis Risalah The Fed

Penulis : Indah Handayani
19 Feb 2026 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (Foto: AP)
Ilustrasi Bitcoin (BTC). (Foto: AP)

JAKARTA, investor.id – Pasar ambles pada perdagangan Kamis (19/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini terperosok ke US$ 66.000 setelah risalah rapat The Fed memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Sentimen ini juga menekan saham kripto dan mengurangi penguatan indeks saham Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 05.45 WIB, kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,02% menjadi US$ 2,29 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat anjlok 1,96% ke US$ 66.374 per koin atau sekitar Rp 1,12 miliar (kurs Rp 16.922) pada saat berita ini ditulis.

Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, terpangkas 2,47%. Dengan Ethereum jatuh 2,65% ke US$ 1.946, Binance (BNB) turun 2,29% ke US$ 604, XRP terjun 3,79% ke US$ 1,42, Solana (SOL) ambrol 4,47% ke US$ 81,42, dan Dogecoin (DOGE) terkoreksi 2,26% ke US$ 0,09.

Dikutip dari CoinDesk, penurunan ini membuat Bitcoin berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut, yang berpotensi menjadi periode pelemahan terpanjang sejak pasar bearish kripto pada 2022.

Sejalan dengan penurunan Bitcoin, saham perusahaan kripto juga melemah. Saham Coinbase berbalik arah dari kenaikan 3% di pagi hari menjadi turun sekitar 2% pada sore hari. Sementara itu, MicroStrategy, perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, juga turun sekitar 3% akibat pelemahan harga aset kripto tersebut.

Tekanan di pasar kripto dan saham dipicu oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari yang menunjukkan sebagian pejabat The Fed membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Mayoritas pejabat memang sepakat untuk menunda pemangkasan suku bunga. Namun, beberapa pejabat menyarankan pendekatan kebijakan dua arah, yang berarti suku bunga bisa dinaikkan kembali jika inflasi tidak mereda sesuai target.

Sentimen ini memperkuat dolar AS, dengan indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia, naik ke level tertinggi dalam hampir dua pekan. Penguatan dolar biasanya memberi tekanan pada aset berisiko seperti kripto dan saham.

Level Penentu Arah Bitcoin

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 20 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 24 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 28 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 54 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 57 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia