Harga Bitcoin (BTC) Terperosok Usai Rilis Risalah The Fed
JAKARTA, investor.id – Pasar ambles pada perdagangan Kamis (19/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) hari ini terperosok ke US$ 66.000 setelah risalah rapat The Fed memunculkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Sentimen ini juga menekan saham kripto dan mengurangi penguatan indeks saham Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 05.45 WIB, kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,02% menjadi US$ 2,29 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat anjlok 1,96% ke US$ 66.374 per koin atau sekitar Rp 1,12 miliar (kurs Rp 16.922) pada saat berita ini ditulis.
Indeks CoinDesk 20, yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar di pasar, terpangkas 2,47%. Dengan Ethereum jatuh 2,65% ke US$ 1.946, Binance (BNB) turun 2,29% ke US$ 604, XRP terjun 3,79% ke US$ 1,42, Solana (SOL) ambrol 4,47% ke US$ 81,42, dan Dogecoin (DOGE) terkoreksi 2,26% ke US$ 0,09.
Dikutip dari CoinDesk, penurunan ini membuat Bitcoin berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut, yang berpotensi menjadi periode pelemahan terpanjang sejak pasar bearish kripto pada 2022.
Sejalan dengan penurunan Bitcoin, saham perusahaan kripto juga melemah. Saham Coinbase berbalik arah dari kenaikan 3% di pagi hari menjadi turun sekitar 2% pada sore hari. Sementara itu, MicroStrategy, perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, juga turun sekitar 3% akibat pelemahan harga aset kripto tersebut.
Tekanan di pasar kripto dan saham dipicu oleh risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari yang menunjukkan sebagian pejabat The Fed membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
Mayoritas pejabat memang sepakat untuk menunda pemangkasan suku bunga. Namun, beberapa pejabat menyarankan pendekatan kebijakan dua arah, yang berarti suku bunga bisa dinaikkan kembali jika inflasi tidak mereda sesuai target.
Sentimen ini memperkuat dolar AS, dengan indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia, naik ke level tertinggi dalam hampir dua pekan. Penguatan dolar biasanya memberi tekanan pada aset berisiko seperti kripto dan saham.
Level Penentu Arah Bitcoin
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





