Sabtu, 4 April 2026

Harga Batu Bara Naik Berkat China dan AS

Penulis : Indah Handayani
19 Feb 2026 | 06:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara
Ilustrasi batu bara

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas naik pada Rabu (18/2/2026). Di tengah lonjakan kapasitas PLTU China dan dukungan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2026 turun US$ 0,25 ke level US$ 116,8 per ton. Sedangkan Maret 2026 melejit US$ 1,1 menjadi US$ 122,15 per ton. Sementara itu, April 2026 terkerek US$ 1,45 menjadi US$ 122,5 per ton.

Baca juga: Harga Batu Bara Terkerek, Impor India Melonjak Meski Harga Global Memanas

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2026 menguat US$ 1,65 menjadi US$ 107,25 Sedangkan, Maret 2026 menguat US$ 2,1 menjadi US$ 110 Sedangkan pada April 2026 terkerek US$ 2,6 menjadi US$ 109,7.

Advertisement

Dikutip dari TradingView, harga batu bara naik mendekati level tertinggi dalam setahun, seiring ekspektasi permintaan yang tetap kuat meski dunia bergerak menuju sumber energi yang lebih bersih dalam jangka panjang.

China, produsen dan konsumen batu bara terbesar di dunia, menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 78 gigawatt (GW) sepanjang 2025. Angka ini menjadi penambahan tahunan terbesar dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Harga Batu Bara Menguat, Ditopang Sentimen dari China, AS, dan Rusia  

Ekspansi tersebut menegaskan fokus Beijing pada keamanan energi dan stabilitas jaringan listrik, terutama saat periode permintaan puncak, meskipun kapasitas pembangkit energi nonfosil untuk pertama kalinya telah melampaui kapasitas pembangkit berbasis bahan bakar fosil.

China saat ini masih memiliki armada pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di dunia dan menyumbang sekitar 71% dari total kapasitas pembangkit batu bara global yang sedang dalam tahap pengembangan.

Di AS, Presiden Donald Trump mengambil langkah untuk mendukung sektor pembangkit listrik tenaga batu bara yang sedang tertekan, dengan mengalokasikan dana federal sebesar US$ 175 juta untuk memodernisasi enam pembangkit, serta menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk membeli listrik dari fasilitas tambahan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 21 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 25 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 28 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 55 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 57 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia