Harga Batu Bara Naik Berkat China dan AS
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas naik pada Rabu (18/2/2026). Di tengah lonjakan kapasitas PLTU China dan dukungan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2026 turun US$ 0,25 ke level US$ 116,8 per ton. Sedangkan Maret 2026 melejit US$ 1,1 menjadi US$ 122,15 per ton. Sementara itu, April 2026 terkerek US$ 1,45 menjadi US$ 122,5 per ton.
Baca juga: Harga Batu Bara Terkerek, Impor India Melonjak Meski Harga Global Memanas
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2026 menguat US$ 1,65 menjadi US$ 107,25 Sedangkan, Maret 2026 menguat US$ 2,1 menjadi US$ 110 Sedangkan pada April 2026 terkerek US$ 2,6 menjadi US$ 109,7.
Dikutip dari TradingView, harga batu bara naik mendekati level tertinggi dalam setahun, seiring ekspektasi permintaan yang tetap kuat meski dunia bergerak menuju sumber energi yang lebih bersih dalam jangka panjang.
China, produsen dan konsumen batu bara terbesar di dunia, menambah kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara sebesar 78 gigawatt (GW) sepanjang 2025. Angka ini menjadi penambahan tahunan terbesar dalam satu dekade terakhir.
Baca juga: Harga Batu Bara Menguat, Ditopang Sentimen dari China, AS, dan Rusia
Ekspansi tersebut menegaskan fokus Beijing pada keamanan energi dan stabilitas jaringan listrik, terutama saat periode permintaan puncak, meskipun kapasitas pembangkit energi nonfosil untuk pertama kalinya telah melampaui kapasitas pembangkit berbasis bahan bakar fosil.
China saat ini masih memiliki armada pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di dunia dan menyumbang sekitar 71% dari total kapasitas pembangkit batu bara global yang sedang dalam tahap pengembangan.
Di AS, Presiden Donald Trump mengambil langkah untuk mendukung sektor pembangkit listrik tenaga batu bara yang sedang tertekan, dengan mengalokasikan dana federal sebesar US$ 175 juta untuk memodernisasi enam pembangkit, serta menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk membeli listrik dari fasilitas tambahan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






