IHSG Anjlok, 5 Saham Justru Melesat hingga 28%
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (24/2/2026), ditutup melemah 115,25 poin (1,37%) ke level 8.280,8.
Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham ASHA hingga PPRE dengan lonjakan harga 24% sampai 28%.
Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 29,18 triliun. Sebanyak 163 saham menguat, sedangkan 596 saham turun dan 199 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 57,84 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 3,35 juta kali.
Terdapat satu sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini yakni sektor keuangan sebesar 1,02%.
Sebaliknya, pelemahan melanda sektor energi 3,5%, sektor barang konsumen primer 3,12%, sektor infrastruktur 2,29%, sektor properti 2,19%, sektor perindustrian 1,89%, sektor teknologi 1,77%, sektor barang konsumen non-primer 1,41%, sektor kesehatan 1,24%, sektor barang baku 1,23%, dan sektor transportasi 1%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, dari sentimen eksternal, indeks saham Asia bergerak variatif di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan Amerika Serikat (AS). Pasar merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam kenaikan tarif global dari 10% menjadi 15% menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif daruratnya.
Baca Juga:
Terungkap Biang Kerok IHSG MemerahSementara dari dalam negeri, Pilarmas mengatakan, pelaku pasar mencermati defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Januari 2026 yang mencapai Rp 54,6 triliun atau sekitar 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam jangka pendek, defisit tersebut dipandang sebagai strategi pemerintah mempercepat belanja di awal tahun guna mendorong konsumsi dan investasi publik demi menopang pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Dalam jangka panjang, pasar tetap mewaspadai risiko pelebaran defisit fiskal apabila tekanan terhadap APBN tidak dikelola secara hati-hati.
Cuan Besar
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






