Bursa Surati RLCO
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) ternyata melayangkan surat kepada PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dengan nomor S-02450/BEI.PP2/02-2026 tanggal 22 Februari 2026 perihal permintaan penjelasan.
Itu sebagaimana terungkap dari keterbukaan informasi dalam menjawab permintaan penjelasan BEI yang diunggah pada Selasa (24/2/2026).
Ternyata bursa ingin mendalami pendirian anak usaha baru RLCO, yakni PT Marinova Protein Internasional (MPI). BEI menanyakan latar belakang atau pertimbangan pembentukan entitas anak baru, PТ MPI.
Baca Juga:
Kejutan dari RLCODirektur RLCO Ayu Amanda mengungkapkan bahwa latar belakang dan pertimbangan entitas anak perseroan, PT Realfood Winta Asia (RWA), membentuk entitas anak baru yaitu MPI dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi perseroan serta untuk memastikan agar perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan, sehingga tidak mengganggu kegiatan usaha dan bisnis yang telah dijalankan oleh prseroan dan RWA.
“PT RWA berfokus pada pengembangan produk berbasis bioaktif sarang burung walet. Sedangkan, PT MPI (Marinova Protein Internasional) berfokus pada produk kesehatan turunan perikanan, khususnya pemanfaatan bahan baku laut untuk produk nutrisi dan kesehatan. Dengan demikian, kedua entitas memiliki perbedaan sumber bahan baku dan arah pengembangan produk,” papar Ayu dalam keterbukaan informasi.
Dia menambahkan, nilai setoran modal RWA kepada MPI sesuai dengan Akta Pendirian No. 18 tanggal 19 Januari 2026 yang dibuat oleh Eni Zubaidah, S.H., Notaris di Bojonegoro, dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia No. AHU-0013843.AH.01.01.Tahun 2026 tanggal 18 Februari 2026 adalah sebesar Rp 999 juta.
“Sumber dana setoran modal RWA kepada MPI adalah hasil dari operasional RWA,” sebut Ayu.
Dia menegaskan, setoran modal RWA kepada MPI tidak menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan. Perseroan memastikan penggunaan dana hasil IPO digunakan sebagaimana telah diungkapkan dalam prospektus.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
WOM Finance (WOMF) Tebar Dividen 30% dari Laba, Ini Jadwalnya
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance (WOMF) berencana menebar dividen tunai 30% dari laba tahun 2025.Cara Daikin Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Saat ini AC tidak hanya sekadar pemberi kesejukan, melainkan juga menjadi pendukung bagi produktivitas.Pemda Rusia Wajibkan Perusahaan Setor Nama Karyawan untuk Maju Perang
Pemda Rusia rekrutmen militer terselubung. Perusahaan di Ryazan wajib setor nama karyawan untuk perang di Ukraina demi penuhi kuota tentara.Laba Bersih Indocement (INTP) Rp 2,25 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat laba bersih Rp 2,25 triliun tahun 2025.Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data
Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah PutihKetika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel
Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler





