Harga Emas Meledak, Perang Meluas
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia kembali meledak pada Senin (2/3/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu ketidakpastian baru, sehingga mendorong investor memburu aset safe haven.
Harga emas spot melonjak 1,23% ke level US$ 5.343,13 per ons troi saat berita ini ditulis. Kenaikan ini sempat lebih tinggi, bahkan melampaui 2% pada awal sesi perdagangan sebelum aksi profit taking memangkas kenaikannya.
Harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari lalu. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup menguat 2,08% ke US$ 5.356,49 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, indeks dolar AS menguat sekitar 1%, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures David Meger mengatakan, pasar saat ini masih berupaya menilai apakah serangan tersebut akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. “Ketidakpastian inilah yang kemungkinan besar akan terus menopang harga emas,” ujarnya.
Konflik udara antara AS dan Israel melawan Iran dilaporkan semakin meluas dan belum menunjukkan titik akhir. Israel menyerang Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah, sementara Teheran terus meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan gelombang serangan lanjutan dalam skala besar akan segera terjadi, meski tidak merinci detailnya.
Eskalasi ini turut mendorong lonjakan harga minyak dan gas. Sejumlah fasilitas energi di kawasan Timur Tengah terpaksa menghentikan operasional akibat serangan tersebut. Aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, juga terganggu.
Emas Diburu
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






