Perang Mencekam, Emas Digenggam: Ledakan Harga Bisa ke Level Ini
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia berpeluang terus melaju sampai US$ 6.000 per troy ons, tapi diperkirakan tidak mudah.
“Sepanjang tali resistance (batas atas) direntangkan, emas bisa melaju terus sampai US$ 6.000. Tapi jelas, untuk jangka pendek, ada rintangan kritikal di area US$ 5.400-5.500 yang merupakan level tertinggi sebelumnya,” tulis Kiwoom Sekuritas dalam catatannya, Senin (2/3/2026).
Secara teknikal, indikator dalam pergerakan harga emas malah menunjukkan bahwa logam mulia itu tak lagi ‘sesemangat’ sebelumnya.
Hingga berita ini ditayangkan, harga emas di pasar spot menanjak tinggi hingga di atas US$ 5.400.
Sementara itu, saham sejumlah emiten emas terpantau melesat pada perdagangan Senin (2/3/2026), seiring meletusnya perang antara AS-Israel melawan Iran.
Sampai akhir perdagangan Senin sore, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melonjak 4,1% ke level Rp 1.010. Saham PT Antam Tbk (ANTM) juga melesat 5,9% ke posisi Rp 4.610.
Lalu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melejit 6,1% menjadi Rp 1.995. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menanjak tinggi 4,5% ke posisi Rp 8.700.
Lonjakan harga juga terjadi pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik tajam 5% menjadi Rp 3.940. Selanjutnya, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang meningkat drastis 5,45% ke level Rp 580.
Reli Harga Emas
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






