Minggu, 21 Juni 2026

Pasar Emas Mulai Cemas

Penulis : Natasha Khairunisa
3 Mar 2026 | 16:07 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Antam)

JAKARTA, investor.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan ke wilayah Iran bakal bedampak pada aktivitas pasar emas di kawasan tersebut.

Dikutip dari Mining, Selasa (3/3/2026), tiga sumber terkait industri emas di Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa arus masuk dan keluar emas fisik di pusat perdagangan Dubai diantisipasi terhambat dalam beberapa hari mendatang. 

Gangguan ini menyusul rentetan pembatalan penerbangan internasional di Dubai dan Abu Dhabi, menyusul pecahnya konflik AS-Israel vs Iran pada Sabtu lalu (28/2).

ADVERTISEMENT

“Sepertinya sebagian besar, jika tidak semua, maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan mereka, jadi tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,” kata salah satu sumber pedagang emas di Dubai.

Sebagai informasi, pusat perdagangan Dubai dikenal sebagai pemasok emas utama ke Swiss, Hong Kong, dan India, yang juga merupakan konsumen terbesar logam mulia tersebut. Ekspor emas dari Dubai umumnya diangkut melalui pesawat karena masalah keamanan dan asuransi yang berasal dari rasio nilai terhadap beratnya.

Dampak pada pasokan global akan bergantung pada jangka waktu terjadinya gangguan, kata sumber tersebut. 

Pasar emas pekan ini diprediksi akan didominasi oleh arus dari pasar Shanghai, London, dan New York, demikian menurut laporan sumber lain.

“Lokasi-lokasi utama – China, India, New York, London, dan Zurich masih baik-baik saja,” kata seorang pedagang logam mulia.

Pada hari Senin (2/3/2026), harga emas dunia kembali meledak di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu ketidakpastian baru, sehingga mendorong investor memburu aset safe haven.

Harga emas spot melonjak 1,23% ke level US$ 5.343,13 per troy ons. Kenaikan ini sempat lebih tinggi, bahkan melampaui 2% pada awal sesi perdagangan sebelum aksi profit taking memangkas kenaikannya. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup menguat 2,08% ke US$ 5.356,49 per troy ons.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia