Pasar Emas Mulai Cemas
JAKARTA, investor.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan ke wilayah Iran bakal bedampak pada aktivitas pasar emas di kawasan tersebut.
Dikutip dari Mining, Selasa (3/3/2026), tiga sumber terkait industri emas di Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa arus masuk dan keluar emas fisik di pusat perdagangan Dubai diantisipasi terhambat dalam beberapa hari mendatang.
Gangguan ini menyusul rentetan pembatalan penerbangan internasional di Dubai dan Abu Dhabi, menyusul pecahnya konflik AS-Israel vs Iran pada Sabtu lalu (28/2).
“Sepertinya sebagian besar, jika tidak semua, maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan mereka, jadi tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,” kata salah satu sumber pedagang emas di Dubai.
Sebagai informasi, pusat perdagangan Dubai dikenal sebagai pemasok emas utama ke Swiss, Hong Kong, dan India, yang juga merupakan konsumen terbesar logam mulia tersebut. Ekspor emas dari Dubai umumnya diangkut melalui pesawat karena masalah keamanan dan asuransi yang berasal dari rasio nilai terhadap beratnya.
Dampak pada pasokan global akan bergantung pada jangka waktu terjadinya gangguan, kata sumber tersebut.
Pasar emas pekan ini diprediksi akan didominasi oleh arus dari pasar Shanghai, London, dan New York, demikian menurut laporan sumber lain.
“Lokasi-lokasi utama – China, India, New York, London, dan Zurich masih baik-baik saja,” kata seorang pedagang logam mulia.
Pada hari Senin (2/3/2026), harga emas dunia kembali meledak di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar atas potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memicu ketidakpastian baru, sehingga mendorong investor memburu aset safe haven.
Harga emas spot melonjak 1,23% ke level US$ 5.343,13 per troy ons. Kenaikan ini sempat lebih tinggi, bahkan melampaui 2% pada awal sesi perdagangan sebelum aksi profit taking memangkas kenaikannya. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup menguat 2,08% ke US$ 5.356,49 per troy ons.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






