Harga Emas Rontok Lebih dari 3%, Dolar AS Perkasa
Analis pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada menilai, kerusakan infrastruktur energi serta terganggunya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meningkatkan risiko kenaikan harga minyak, gas, dan produk olahan secara berkelanjutan.
Kondisi ini berpotensi memicu tekanan inflasi lebih lanjut dan menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral AS. Situasi tersebut membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya dalam jangka pendek.
Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak, emas umumnya lebih diminati dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Secara tahunan, harga emas spot masih mencatat kenaikan 19% sepanjang tahun ini, setelah melonjak 64% sepanjang 2025.
Namun pada perdagangan terbaru, harga perak spot terjun bebas sebesar 7,19% di level US$ 82,94 per ons troi, setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari empat pekan. Sepanjang tahun berjalan, perak masih menguat lebih dari 15%.
Logam mulia lainnya juga tertekan. Harga platinum merosot 8,51% ke US$ 2.110,64 per ons troi, sedangkan palladium jatuh 6,21% ke level US$ 1.670,17 per ons troi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






