Harga Emas Ngebut Lagi saat Perang Berkobar
Eskalasi konflik antara AS dan Iran juga semakin meluas. Ketegangan meningkat setelah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Selain itu, sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.
Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung diminati saat ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi meningkat, terutama dalam lingkungan suku bunga rendah.
Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan nasional versi ADP menunjukkan jumlah tenaga kerja swasta AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Februari. Namun, data bulan sebelumnya direvisi turun signifikan.
Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah AS pada Jumat mendatang. Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, nonfarm payrolls diperkirakan bertambah 59.000 pekerjaan pada Februari, setelah melonjak 130.000 pada Januari.
Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot naik 1,8% menjadi US$ 83,49 per ons, setelah sebelumnya merosot lebih dari 8%. Platinum melonjak 3,72% ke US$ 2.166,56 per ons, sementara paladium melejit 2,02% menjadi US$ 1.681,43 per ons.
World Platinum Investment Council menyebut pasar platinum global diproyeksikan kembali mengalami defisit pada 2026. Jika terealisasi, ini akan menjadi tahun keempat berturut-turut pasar platinum berada dalam kondisi defisit pasokan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






