Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Melesat, Berpeluang Lanjut ke Level Ini

Penulis : Indah Handayani
5 Mar 2026 | 10:43 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas. (Treasury)
Ilustrasi emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia kembali melesat pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global. Logam mulia ini berpotensi melanjutkan kenaikan jika sentimen ketidakpastian global masih mendominasi pasar.

Pada sesi perdagangan Asia pagi, harga emas hari ini terlihat melesat 0,87% ke level US$ 5.186,77 per ons troi, setelah sebelumnya sempat melonjak hampir 1%. Penguatan tersebut terjadi setelah emas sempat tertekan akibat penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir.

Namun, meningkatnya konflik di Timur Tengah kembali mendorong investor memburu emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian global.

ADVERTISEMENT

analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai, ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas saat ini. Militer Israel dilaporkan memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, Iran.

“Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah,” tulis Andy dalam risetnya, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, tambah Andy, laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Iran turut memperkuat minat investor terhadap aset safe haven. Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, emas kerap menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset.

Di sisi lain, Andy menyebut, perkembangan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data ISM Services PMI menunjukkan aktivitas sektor jasa AS meningkat menjadi 56,1 pada Februari, naik dari 53,8 pada Januari dan melampaui ekspektasi pasar di level 53,5.

“Data tersebut menandakan sektor jasa AS masih cukup kuat, yang berpotensi membuat bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya mendukung penguatan dolar AS, yang dapat menekan harga komoditas berbasis dolar, termasuk emas,” tambah Andy.

Indeks Dolar Melemah

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 38 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia