Harga Emas Melesat, Berpeluang Lanjut ke Level Ini
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia kembali melesat pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global. Logam mulia ini berpotensi melanjutkan kenaikan jika sentimen ketidakpastian global masih mendominasi pasar.
Pada sesi perdagangan Asia pagi, harga emas hari ini terlihat melesat 0,87% ke level US$ 5.186,77 per ons troi, setelah sebelumnya sempat melonjak hampir 1%. Penguatan tersebut terjadi setelah emas sempat tertekan akibat penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir.
Namun, meningkatnya konflik di Timur Tengah kembali mendorong investor memburu emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian global.
analis Dupoin Futures Andy Nugraha menilai, ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas saat ini. Militer Israel dilaporkan memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, Iran.
“Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah,” tulis Andy dalam risetnya, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga:
Harga Emas Buka Jalan Menuju Batas AtasSelain itu, tambah Andy, laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Iran turut memperkuat minat investor terhadap aset safe haven. Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, emas kerap menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset.
Di sisi lain, Andy menyebut, perkembangan ekonomi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data ISM Services PMI menunjukkan aktivitas sektor jasa AS meningkat menjadi 56,1 pada Februari, naik dari 53,8 pada Januari dan melampaui ekspektasi pasar di level 53,5.
“Data tersebut menandakan sektor jasa AS masih cukup kuat, yang berpotensi membuat bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya mendukung penguatan dolar AS, yang dapat menekan harga komoditas berbasis dolar, termasuk emas,” tambah Andy.
Indeks Dolar Melemah
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






