Harga Emas Melesat, Berpeluang Lanjut ke Level Ini
Meski demikian, Andy mengatakan, pergerakan terbaru menunjukkan indeks dolar AS justru melemah sekitar 0,25% ke level 98,82, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak relatif stabil di kisaran 4,06%. Pelemahan dolar ini memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan penguatan dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, Andy menilai tren emas dalam timeframe H1 masih menunjukkan kecenderungan bullish, meskipun momentum kenaikannya mulai melambat. “Selama tekanan beli masih bertahan, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga menguji area resistance di sekitar level US$ 5.225 per ons troi,” ujar Andy.
Namun, Andy mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka apabila harga gagal mempertahankan momentum kenaikan. “Jika terjadi kegagalan menembus level tersebut dan muncul tekanan jual, harga emas berpeluang terkoreksi menuju area support di sekitar level US$ 5.126 per ons troi,” jelasnya.
Ke depan, Andy menegaskan, pergerakan harga emas diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global serta rilis data ekonomi AS. Investor juga menantikan data klaim pengangguran mingguan AS serta pernyataan pejabat The Fed Michelle Bowman yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Secara keseluruhan, harga emas masih memiliki peluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan geopolitik terus meningkat dan dolar AS tetap berada dalam tekanan. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas apabila muncul sentimen baru yang dapat mengubah arah pergerakan pasar secara cepat.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






