Mobee Ajak Mahasiswa Gali Potensi Blockchain sebagai Infrastruktur Keuangan Masa Depan
YOGYAKARTA, investor.id – Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan teknologi blockchain. Peluang tersebut pun mendapat dukungan dari pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, yang mengakui teknologi blockchain menjadi bagian dari ekosistem digital nasional.
Public Policy & Government Relations Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Fayza Nur M mengatakan, upaya pemerintah untuk mulai mengatur berbagai use case teknologi ini, menunjukkan pengakuan atas peran blockchain dalam arsitektur sistem keuangan nasional.
Baca Juga:
Upbit Akselerasi Literasi Blockchain“Dengan tata kelola yang tepat, blockchain dapat berkembang sebagai inovasi keuangan yang tetap selaras dengan stabilitas dan perlindungan konsumen,” ujarnya saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar edukasi bertajuk "Zero to Crypto: Blockchain sebagai Infrastruktur Sistem Keuangan Modern" di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Mobee berkolaborasi dengan UGM Blockchain Club dan CryptoIndo Jogja. Seminar kali ini menyoroti pergeseran peran blockchain dari sekadar instrumen investasi menjadi lapisan infrastruktur keuangan masa depan.
Kegiatan yang juga didukung oleh Tether ini membedah bagaimana teknologi seperti distributed ledger, mekanisme konsensus, dan smart contracts mulai terintegrasi ke dalam arsitektur keuangan nasional. Seminar ini menghadirkan tiga pakar yang membahas ekosistem digital dari sudut pandang teknis dan kebijakan.
Febi Mettasari (Co-Founder PIVY) memaparkan evolusi penggunaan blockchain yang kini merambah ke stablecoin serta Real-World Assets (RWA). Dari sisi regulasi, Fayza Nur M (Public Policy & Government Relations ABI) menjelaskan peran krusial tata kelola dalam menjaga stabilitas ekosistem aset digital di Indonesia.
Sementara itu, Rifta Titania (Mobee Compliance) menekankan bahwa transparansi serta pengawasan melalui KYC/AML adalah fondasi utama agar sistem ini dapat dipercaya oleh publik dan institusi. Menurutnya, kepatuhan adalah elemen kunci agar blockchain dapat diterima sebagai bagian dari infrastruktur keuangan nasional.
Memberikan perspektif bagi para mahasiswa teknologi, Febi Mettasari menekankan pentingnya memahami desain sistem blockchain agar talenta lokal tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai pengembang dan arsitek protokol di masa depan.
"Acara ini menggugah kesadaran mahasiswa bahwa blockchain bukan sekadar aset spekulatif, tetapi fondasi penting bagi infrastruktur keuangan masa depan. Kegiatan seperti ini mendorong generasi muda untuk memahami dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi strategis tersebut," tambah Ir. Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. selaku Dosen Pembimbing UGM Blockchain Club.
Melalui inisiatif ini, Mobee memosisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem digital yang legal dan transparan di bawah pengawasan OJK.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






