Minggu, 21 Juni 2026

The Fed Tahan Suku Bunga, Dibayangi Ketidakpastian Perang Iran

Penulis : Indah Handayani
19 Mar 2026 | 04:39 WIB
BAGIKAN
Ketua The Fed Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Maret 2026, di Washington. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)
Ketua The Fed Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers pada Rabu, 18 Maret 2026, di Washington. (Foto AP/Manuel Balce Ceneta)

WASHINGTON, investor.id The Fed memutuskan menahan suku bunga acuannya pada Rabu (18/3/2026), di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi, sinyal beragam dari pasar tenaga kerja, serta meningkatnya ketidakpastian akibat konflik geopolitik.

Dikutip dari CNBC internasional, dalam keputusan yang sudah diperkirakan pasar, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) melalui voting 11-1 menetapkan suku bunga tetap berada di kisaran 3,5%–3,75%. Suku bunga ini menjadi acuan biaya pinjaman perbankan dan berpengaruh luas terhadap kredit konsumen maupun korporasi.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, arah kebijakan ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi dan dinamika global.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut dampak konflik di Timur Tengah, khususnya perang dengan Iran, masih sulit diprediksi. “Kami melihat implikasi perkembangan di Timur Tengah terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) masih belum pasti,” tulis FOMC.

Powell menambahkan, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan di kawasan tersebut telah mendorong ekspektasi inflasi jangka pendek. “Masih terlalu dini untuk mengetahui dampak penuh dari perang ini,” ujar Powell dalam konferensi pers.

Ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz turut memicu gejolak pasar energi global dan berpotensi menjaga inflasi tetap di atas target The Fed sebesar 2%.

Meski ketidakpastian meningkat, The Fed tetap membuka peluang penurunan suku bunga ke depan. Melalui proyeksi ‘dot plot’, mayoritas pejabat memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun ini dan satu kali lagi pada 2027.

Namun, pandangan antarpejabat masih cukup beragam. Dari 19 anggota FOMC, tujuh di antaranya memperkirakan suku bunga tidak akan berubah sepanjang tahun ini, lebih banyak dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Pasar Respon Negatif

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia