IHSG Rawan Koreksi Lanjutan, tapi 6 Saham Dijagokan
JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak melemah, pada perdagangan, Senin (30/3/2026).
Melemahnya mayoritas indeks utama di Wall Street seiring kembali melonjaknya harga mintak mentah global serta aksi net sell jumbo oleh investor asing dari IHSG pada perdagangan Jumat lalu berpotensi menjadi sentimen negatif.
Sementara itu, menguatnya mayoritas harga komoditas global diprediksi dapat menjadi sentimen positif untuk pasar.
“IHSG hari ini diperkirakan dapat kembali bergerak melemah dengan support 6.986-6.880 dan resistance 7.205-7.315,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Senin (30/3/2026).
Mayoritas indeks di Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026), dengan tiga indeks utama mencatat level terendah dalam lebih dari tujuh bulan.
Lonjakan harga energi menjadi salah satu pemicu utama tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,22% menjadi US$ 112,57 per barel, sementara harga minyak WTI naik 5,46% ke US$ 99,64 per barel, keduanya merupakan level penutupan tertinggi sejak Juli 2022.
Kenaikan harga minyak dipicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses jalur tersebut, sementara sejumlah insiden terhadap kapal internasional semakin memperburuk kekhawatiran pasar terkait pasokan energi.
Kenaikan harga minyak dan komoditas lain memicu kekhawatiran inflasi dan mempersempit ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Pelaku pasar kini tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham ENRG, ELSA, AKRA, EMAS, DSNG dan PTBA untuk trading, Senin (30/3/2026).
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






