Harga Bitcoin (BTC) Naik, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak
Spekulasi mengenai potensi deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu optimisme sementara di aset berisiko. Hal ini membuat Bitcoin bangkit dari level terendah bulanannya di US$ 65.000. Sebagai aset yang sangat dipengaruhi sentimen pasar, pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan kondisi ‘optimisme yang hati-hati’ di kalangan investor.
Dari sisi teknikal, kondisi Bitcoin masih belum menunjukkan arah yang jelas. Dalam sembilan hari terakhir, harga sempat turun sekitar 3% dari puncak ke titik terendah di kisaran US$ 69.000.
Secara lebih luas, performa Bitcoin dalam tiga bulan terakhir masih turun sekitar 25,36% dibandingkan level Desember 2025. Hal ini menjadi faktor penting dalam menilai apakah pemulihan saat ini berkelanjutan atau hanya rebound sementara.
Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level kunci, yaitu support utama berada di US$ 65.000 dan resistance berada di kisaran US$ 73.000. Di antara level tersebut, Bitcoin cenderung bergerak konsolidasi.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






