Minggu, 21 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Naik, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak

Penulis : Indah Handayani
31 Mar 2026 | 06:41 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

JAKARTA, investor.id Pasar kripto menguat pada Selasa (31/3/2026) pagi, dengan harga Bitcoin (BTC) naik didorong sentimen geopolitik dan optimisme deeskalasi konflik global, meski tren masih cenderung rapuh.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,63% menjadi US$ 2,3 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini naik 1,06% ke US$ 66.647 per koin atau sekitar Rp 1,13 miliar (kurs Rp 16.994).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar terkerek 1,09%. Dengan Ethereum melonjak 2,1% ke US$ 2.023, Binance (BNB) meningkat 0,4% ke US$ 607, Solana (SOL) melejit 1,42% ke US$ 82, dan Dogecoin (DOGE) menguat 0,4% ke US$ 0,09. Sedangkan XRP malah terkoreksi 0,29% ke US$ 1,32.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CryptoNews, Harga Bitcoin (BTC/USD) berhasil pulih pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh level US$ 67.000, setelah mengalami penurunan tajam pada akhir pekan lalu. Meski demikian, upaya pemulihan ini masih tergolong rapuh.

Menariknya, faktor pendorong kenaikan ini bukan semata dari pergerakan pasar teknikal, melainkan juga sinyal geopolitik. Perkembangan terkait diplomasi pemerintahan Donald Trump dengan Iran secara perlahan mulai memengaruhi sentimen risiko di pasar global.

Optimisme Pasar

Spekulasi mengenai potensi deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu optimisme sementara di aset berisiko. Hal ini membuat Bitcoin bangkit dari level terendah bulanannya di US$ 65.000. Sebagai aset yang sangat dipengaruhi sentimen pasar, pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan kondisi ‘optimisme yang hati-hati’ di kalangan investor.

Dari sisi teknikal, kondisi Bitcoin masih belum menunjukkan arah yang jelas. Dalam sembilan hari terakhir, harga sempat turun sekitar 3% dari puncak ke titik terendah di kisaran US$ 69.000.

Secara lebih luas, performa Bitcoin dalam tiga bulan terakhir masih turun sekitar 25,36% dibandingkan level Desember 2025. Hal ini menjadi faktor penting dalam menilai apakah pemulihan saat ini berkelanjutan atau hanya rebound sementara.

Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level kunci, yaitu support utama berada di US$ 65.000 dan resistance berada di kisaran US$ 73.000. Di antara level tersebut, Bitcoin cenderung bergerak konsolidasi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 2 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 33 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia