Wall Street Melonjak Tajam di Tengah Harapan Akhir Perang Iran
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melonjak tajam pada perdagangan Selasa (31/3/2026), didorong optimisme pasar bahwa konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi segera berakhir.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks Dow Jones Industrial Average melesat 1.125,37 poin (2,49%) ke level 46.341,51. Sementara itu, S&P 500 naik 2,91% ke 6.528,52, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83% ke 21.590,63. Ketiga indeks mencatatkan kinerja harian terbaik sejak Mei 2025.
Lonjakan ini dipicu laporan yang menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional. Meski demikian, pernyataan serupa sebelumnya juga pernah disampaikan, dengan penekanan pada pengakuan hak Iran dan kompensasi atas konflik.
Sentimen positif juga datang dari laporan The Wall Street Journal yang menyebut Presiden AS Donald Trump bersedia menghentikan aksi militer di Timur Tengah, meskipun Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka. Media The New York Post juga melaporkan bahwa Trump meyakini konflik akan segera berakhir dengan keterlibatan negara lain untuk membuka kembali jalur vital tersebut.
Saham sektor teknologi yang sebelumnya tertekan sejak konflik memanas, memimpin penguatan. ETF sektor teknologi Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) melonjak lebih dari 4%. Saham Nvidia naik 5,6%, sementara Microsoft menguat 3,1%.
Presiden The Wealth Alliance Eric Diton mengatakan, pasar merespons positif setiap indikasi berakhirnya perang. “Setiap langkah menuju akhir konflik akan disambut baik pasar saham, sehingga terjadi reli pelepasan tekanan (relief rally). Namun, risiko belum sepenuhnya hilang,” ujarnya.
Diton menambahkan, tekanan masih akan berlanjut jika persoalan harga minyak belum terselesaikan.
Harga Minyak Tetap Tinggi
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






