Wall Street Melonjak Tajam di Tengah Harapan Akhir Perang Iran
Di pasar energi, harga minyak Brent tetap tinggi setelah laporan menyebut Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait di perairan Dubai. Pemerintah Dubai memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh awak kapal selamat.
Harga minyak Brent ditutup naik 4,94% ke US$118,35 per barel—level penutupan tertinggi sejak Juni 2022. Sebaliknya, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) justru turun 1,46% ke US$ 101,38 per barel.
Meski menguat signifikan, indeks utama Wall Street masih berada di bawah level tertingginya. Nasdaq Composite tercatat lebih dari 10% di bawah puncak intraday terbaru, sementara Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing masih turun lebih dari 8% dan 6%.
Secara bulanan, kinerja pasar saham masih tertekan. Sepanjang Maret, S&P 500 turun 5,1%, terburuk sejak 2022. Dow Jones Industrial Average melemah 5,4%, mengakhiri tren kenaikan selama 10 bulan, sedangkan Nasdaq Composite turun 4,8%.
Kinerja kuartalan juga negatif. Nasdaq Composite memimpin penurunan dengan koreksi lebih dari 7%, diikuti S&P 500 yang turun 4,6% dan Dow Jones Industrial Average melemah 3,6%. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sekitar 0,6% sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






