Aksi Beli Emas oleh Bank Sentral Tetap Aktif di Tengah Gejolak Geopolitik
JAKARTA, investor.id - World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa bank sentral tetap aktif membeli emas meski pasar logam mulia tengah dibayangi ketidakpastian imbas dampak konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Kitco News, Minggu (5/4/2026) laporan terbaru dari WGC mencatat bahwa bank sentral Polandia, atau dikenal sebagai Bank Nasional Polandia menjadi pembeli emas terbesar di antara bank-bank sentral global, membeli total 19 ton emas pada Februari 2026.
Baca Juga:
Aksi Timbun Emas Berlanjut Lagi“Ini menjadikan total cadangan emasnya menjadi 570 ton, meningkatkan pangsa cadangan (bank sentral Polandia) menjadi 31%,” kata Marissa Salim, Kepala Riset Senior di WGC dalam laporan tersebut.
Para analis WGC memberikan perhatian khusus pada cadangan emas resmi Polandia karena bank sentral negara itu telah mengusulkan untuk memonetisasinya.
Kemudian Bank Sentral Uzbekistan juga melakukan pembelian emas sebesar 8 ton pada Februari 2026, sehingga total cadangan emas resminya naik menjadi 407 ton, atau 88% dari total cadangannya.
Bank sentral Malaysia juga melakukan pembelian emas untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan cadangan emas resminya sebesar 2 ton.
Selain itu, Salim mencatat bahwa China dan Republik Ceko tetap menjadi pembeli emas yang moderat tetapi konsisten pada bulan Februari 2026.
Di sisi lain, WGC juga mencatat, Turki dan Rusia melakukan aksi jual emas utama pada Februari 2026. Rusia menjual enam ton emasnya selama bulan tersebut, sedangkan bank sentral Turki menjual delapan ton emas.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






