Konsumen Emas Terbesar Dunia Mulai Tertekan
JAKARTA, investor.id - Permintaan emas fisik di salah satu negara konsumen emas terbesar dunia mulai menurun imbas fluktuasi harga di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Yahoo! Finance, Sabtu (7/3/2026) pembeli emas di India dikabarkan menyusut seiring lonjakan harga global yang dipicu oleh penutupan aktivitas penerbangan di sejumlah negara Timur Tengah, setelah pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran.
Kondisi tersebut memperkecil ruang pengenaan diskon terhadap harga emas di pasar lokal India.
"Pembeli ritel (di India) kesulitan untuk mencerna kenaikan harga yang besar. Pada level ini, membeli emas menjadi tidak terjangkau," kata Varghese Alukka, direktur pelaksana perusahaan perhiasan Jos Alukkas, yang berbasis di Thrissur di negara bagian Kerala selatan.
Harga emas domestik di India kini diperdagangkan sekitar 160.000 rupee (US$ 1.745) per 10 gram, setelah naik menjadi 169.880 rupee awal minggu ini.
Para pedagang emas batangan di negara tersebut kini menawarkan diskon hingga US$ 28 per troy ons dari harga emas domestik resmi minggu ini, termasuk bea impor 6% dan bea penjualan 3%, dibandingkan dengan diskon minggu lalu sebesar US$ 65.
"Permintaan musim pernikahan masih lemah. Pembeli menunda pembelian karena harga sangat fluktuatif," tambahnya. Di India, acara pernikahan menjadi pendorong utama pembelian emas, dengan perhiasan menjadi bagian penting dari busana pengantin perempuan sekaligus menjadi hadiah umum dari keluarga dan tamu.
Diwartakan sebelumnya, tiga sumber terkait industri emas di Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa arus masuk dan keluar emas fisik di pusat perdagangan Dubai diantisipasi terhambat dalam beberapa hari mendatang.
Gangguan ini menyusul rentetan pembatalan penerbangan internasional di Dubai dan Abu Dhabi, menyusul pecahnya konflik AS-Israel vs Iran pada Sabtu lalu (28/2).
“Sepertinya sebagian besar, jika tidak semua, maskapai penerbangan telah membatalkan penerbangan mereka, jadi tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,” kata salah satu sumber pedagang emas di Dubai, dikutip dari Mining.com.
Sebagai informasi, pusat perdagangan Dubai dikenal sebagai pemasok emas utama ke Swiss, Hong Kong, dan India, yang juga merupakan konsumen terbesar logam mulia tersebut. Ekspor emas dari Dubai umumnya diangkut melalui pesawat karena masalah keamanan dan asuransi yang berasal dari rasio nilai terhadap beratnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






