Harga Emas Ngebut, Dekati Level Tertinggi Tiga Pekan
Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi mendorong inflasi dan mempersulit langkah bank sentral dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan aset safe haven, daya tariknya bisa melemah di tengah suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Riset Federal Reserve Bank of Dallas menunjukkan, gangguan berkepanjangan pada perdagangan minyak global dapat mendorong inflasi AS melampaui 4% pada akhir tahun, bahkan berpotensi lebih tinggi dalam jangka pendek.
Sepanjang tahun ini, harga emas sempat mencatatkan kinerja kuat. Namun sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari, harga emas telah terkoreksi lebih dari 8%.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan moneter Maret dari The Fed yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Di sisi lain, logam mulia lainnya juga ikut menguat. Harga perak naik 4,55% ke US$ 76,33 per ons, platinum menguat 3,32% ke US$ 2.026,42, dan paladium naik 4,43% ke US$ 1.537,05 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






