Aksi Beli Emas Masuk Babak Baru
JAKARTA, investor.id - Permintaan emas dari bank-bank sentral global terus memainkan peran penting di pasar logam mulia. Bank Sentral China kembali menjadi pemain dominan dalam aksi beli emas.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (8/4/2026), data terbaru Bank Rakyat China (PBOC) menunjukkan bahwa bank sentral negara itu membeli emas sebesar 5 ton emas pada Maret 2026.
Baca Juga:
Aksi Timbun Emas Berlanjut LagiAnalis senior EMEA di World Gold Council (WGC), Krishan Gopaul mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa pembelian ini menjadi yang terbesar oleh China sejak Februari 2025.
“Ini juga memperpanjang peningkatan bulanan menjadi 17 bulan berturut-turut. Kepemilikan emas (bank sentral China) sekarang berjumlah 2.313 ton," ungkap Gopaul.
Para analis di WGC mengungkapkan, terlepas dari volatilitas pasar, ada ekspektasi kuat bahwa China akan terus membeli emas untuk memperkuat nilai yuan dalam upaya untuk menjadikannya sebagai mata uang cadangan global lainnya.
Baca Juga:
Ada Aksi Timbun Emas LagiPeningkatan laju pembelian China terjadi meski harga emas mengalami penurunan bulanan terburuk, menurun higga 11,5% bulan lalu. Para analis mencatat bahwa permintaan bank sentral tidak sensitif terhadap harga; Namun, mereka bisa bersikap oportunistik dan membeli ketika harga telah terkoreksi.
Meskipun China tetap menjadi pembeli emas yang berkomitmen, segmen emas pemerintah di pasar emas menjadi jauh lebih fluktuatif, karena beberapa analis berspekulasi bahwa bank sentral harus memonetisasi cadangan emas mereka untuk melindungi perekonomian yang telah terdampak oleh perang di Iran, WGC mencatat.
Adapun bank sentral Turki yang menunjukkan transparansi mengenai cadangan emas resminya. Data dari bank sentral itu menunjukkan bahwa kepemilikan emasnya kembali menurun sebesar 69,1 ton, sehingga total penurunan bulan lalu menjadi lebih dari 118 ton.
Baca Juga:
Aksi Tarik Emas Berujung CuanMenurut laporan, ini adalah penurunan terbesar dalam cadangan emas Turki sejak tahun 2013.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






