Minggu, 21 Juni 2026

Aksi Beli Emas Masuk Babak Baru

Penulis : Natasha Khairunisa
8 Apr 2026 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Ilustrasi emas batangan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

JAKARTA, investor.id - Permintaan emas dari bank-bank sentral global terus memainkan peran penting di pasar logam mulia. Bank Sentral China kembali menjadi pemain dominan dalam aksi beli emas.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (8/4/2026), data terbaru Bank Rakyat China (PBOC) menunjukkan bahwa bank sentral negara itu membeli emas sebesar 5 ton emas pada Maret 2026.

Analis senior EMEA di World Gold Council (WGC), Krishan Gopaul mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa pembelian ini menjadi yang terbesar oleh China sejak Februari 2025.

ADVERTISEMENT

“Ini juga memperpanjang peningkatan bulanan menjadi 17 bulan berturut-turut. Kepemilikan emas (bank sentral China) sekarang berjumlah 2.313 ton," ungkap Gopaul.

Para analis di WGC mengungkapkan, terlepas dari volatilitas pasar, ada ekspektasi kuat bahwa China akan terus membeli emas untuk memperkuat nilai yuan dalam upaya untuk menjadikannya sebagai mata uang cadangan global lainnya.

Peningkatan laju pembelian China terjadi meski harga emas mengalami penurunan bulanan terburuk, menurun higga 11,5% bulan lalu. Para analis mencatat bahwa permintaan bank sentral tidak sensitif terhadap harga; Namun, mereka bisa bersikap oportunistik dan membeli ketika harga telah terkoreksi.

Meskipun China tetap menjadi pembeli emas yang berkomitmen, segmen emas pemerintah di pasar emas menjadi jauh lebih fluktuatif, karena beberapa analis berspekulasi bahwa bank sentral harus memonetisasi cadangan emas mereka untuk melindungi perekonomian yang telah terdampak oleh perang di Iran, WGC mencatat.

Adapun bank sentral Turki yang menunjukkan transparansi mengenai cadangan emas resminya. Data dari bank sentral itu menunjukkan bahwa kepemilikan emasnya kembali menurun sebesar 69,1 ton, sehingga total penurunan bulan lalu menjadi lebih dari 118 ton.

Menurut laporan, ini adalah penurunan terbesar dalam cadangan emas Turki sejak tahun 2013.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia