Aksi Besar Telkom (TLKM) di Infranexia, Harga Saham Wajarnya Segini
JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memiliki rencana besar penguatan basis serat optik Infranexia untuk meningkatkan daya tarik investasi. Muncul harga wajar dan target harga saham TLKM.
Telkom (TLKM) dikabarkan menerima arahan dari Danantara untuk mengonsolidasikan aset serat optik dari PLN Icon Plus. Meski ini sejalan dengan tujuan yang lebih luas yakni merapikan infrastruktur BUMN, inisiatif ini juga memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan profil investasi Infranexia (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) setelah penyesuaian laporan (restatement) aset serat optik.
“Kami memperkirakan bahwa penambahan aset serat optik milik PLN akan membantu memulihkan skala bisnis serta memperkuat potensi monetisasi, sehingga lebih menarik bagi investor strategis,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, Kamis (9/4/2026).
Konsolidasi aset tersebut kemungkinan menggeser waktu masuknya mitra strategis menjadi tahun depan, meskipun komunikasi dengan calon investor diperkirakan tetap berjalan seiring penguatan basis aset.
PLN Icon Plus mengoperasikan jaringan serat optik yang luas dengan panjang lebih dari 400 ribu kilometer di seluruh Indonesia. Jaringan ini melayani sekitar 1,2 juta home connected dan 2,7 juta home passes, serta melayani segmen korporasi, pemerintah, dan kebutuhan internal PLN terkait konektivitas kelistrikan.
Secara tahunan, pendapatan telekomunikasi dan EBITDA PLN Icon Plus pada 2025 masing-masing diperkirakan sebesar Rp 5,4 triliun dan Rp 2,6 triliun. Ini menunjukkan bahwa PLN Icon Plus berpotensi memberikan tambahan EBITDA sekitar 26% terhadap Infranexia milik Telkom (TLKM).
Harga Wajar & Target Harga Saham TLKM
Pada tahap ini, diskusi lebih berfokus pada konsolidasi aset dibandingkan akuisisi perusahaan secara langsung. Dampak akhir akan sangat bergantung pada struktur konsolidasi.
“Namun, dengan asumsi aset serat optik PLN Icon Plus dimasukkan dan sepenuhnya dikonsolidasikan ke dalam Infranexia, kami memperkirakan EBITDA proforma dapat mencapai Rp 12,7 triliun,” ungkap Kafi.
Sementara itu, dengan adanya rencana TLKM melepas 20-30% saham Infranexia kepada investor strategis pada valuasi EV/EBITDA sebesar 9-12 kali, BRI Danareksa Sekuritas melihat potensi kenaikan nilai wajar (fair value) saham TLKM ke kisaran Rp 4.100-4.500.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM. Target harga saham TLKM dipatok sebesar Rp 4.000.
Target harga tersebut berdasarkan valuasi standar deviasi (SD) +1 pada EV/EBITDA sebesar 5,8 kali, yang dikombinasikan dengan metode discounted cash flow (DCF).
Risiko utamanya jika penyesuaian nilai aset serat optik lebih besar dari perkiraan atau terjadi penurunan nilai (impairment).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






