Aksi Beli Emas Semakin Marak
JAKARTA, investor.id - Bank sentral meningkatkan pembelian emas pada Maret 2026, meski harga emas batangan terus berfluktuasi dalam beberapa waktu terakhir.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (10/4/2026) Analis Senior EMEA di World Gold Council (WGC), Krishan Gopaul membeberkan akuisisi emas terbaru oleh sejumlah bank sentral.
Baca Juga:
Aksi Timbun Emas Berlanjut LagiGopaul mengutip data yang dirilis oleh Bank Nasional Ceko menunjukkan bahwa cadangan emas bank sentral tersebut kembali meningkat sebesar 2 ton pada Maret 2026.
“Pembelian bersih kuartal pertama mereka mencapai total 5 ton, sehingga total kepemilikan emas menjadi 77 ton," ungkap Gopaul.
Kemudian, Bank Sentral Guatemala juga menambahkan cadangan emasnya sebesar 2 ton bulan lalu, atau 19% lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan penambahan pertama sejak September 2025. Cadangan emas Guatemala kini mencapai 16 ton.
Baca Juga:
Ada Aksi Timbun Emas LagiAdapun data dari IMF yang juga menunjukkan pembelian emas terbesar oleh bank sentral. Pembelian tersebut dilakukan oleh Bank Nasional Polandia yang meningkatkan cadangan emasnya sebesar 11 ton pada Maret 2026.
“Ini meningkatkan pembelian bersihnya sepanjang tahun menjadi 31 ton, dan total kepemilikan emas (Polandia) kini meningkat menjadi 582 ton," paparnya.
Bank Sentral Uzbekistan juga meningkatkan cadangan emasnya sebesar 9 ton pada Maret 2026, menandai pembelian bulan keenam berturut-turut . “Pembelian bersih selama kuartal pertama mencapai 25 ton, meningkatkan total kepemilikan emas menjadi 416 ton,” kata Gopaul.
Adapun Bank Rakyat Tiongkok yang juga meningkatkan cadangan emas sebesar lima ton pada bulan Maret, menjadi peningkatan bulanan terbesar sejak Februari 2025 sekaligus memperpanjang rekor pembeliannya menjadi 17 bulan berturut-turut. Kepemilikan emas resmi Tiongkok sekarang mencapai 2.313 ton.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






