Minggu, 21 Juni 2026

Wall Street Loncat Tinggi, Pasar Masih Optimistis

Penulis : Indah Handayani
14 Apr 2026 | 04:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks saham Wall Street berhasil loncat tinggi pada penutupan perdagangan Senin (13/4/2026). Penguatan itu didorong optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Dikutip dari CNBC internasional, indeks acuan S&P 500 melonjak 1,02% ke level 6.886,24, sekaligus mencatatkan penutupan tertinggi sejak sebelum perang dimulai. Kenaikan ini juga menandai pemulihan penuh dari tekanan yang dipicu konflik Iran.

Sementara itu, Nasdaq Composite naik 1,23% ke posisi 23.183,74, dan Dow Jones Industrial Average menguat 301,68 poin (0,63%) ke level 48.218,25. Menariknya, Dow Jones sempat tertekan lebih dari 400 poin di awal sesi sebelum akhirnya berbalik menguat.

ADVERTISEMENT

Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan pasar. Saham Oracle melonjak hampir 13%, sementara Palantir Technologies naik lebih dari 3%. Lonjakan saham teknologi ini membantu indeks utama menghapus seluruh kerugian sejak konflik Iran pecah.

Sentimen positif semakin menguat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan adanya sinyal dari pihak lawan untuk kembali membuka peluang kesepakatan. “Kami telah dihubungi oleh pihak seberang. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Trump mengumumkan blokade di Selat Hormuz, menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad pada akhir pekan. Blokade terhadap lalu lintas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran mulai diberlakukan pada Senin.

Ketegangan ini kembali memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik akan berlangsung lebih lama dari perkiraan, sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan menekan perekonomian global.

Harga minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,6% menjadi US$99,08 per barel, sementara minyak mentah Brent melonjak 4,37% ke level US$99,36 per barel.

Perundingan Buntu

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia