Harga Bitcoin (BTC) Tembus US$ 74.000, Terungkap Pemicunya
Di pasar tradisional, indeks Nasdaq naik sekitar 1,2%, sementara harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun kembali ke kisaran US$ 98 per barel setelah sempat menyentuh di atas US$ 105 pada Minggu. Penurunan harga minyak ini membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Di luar sentimen geopolitik, aktivitas akumulasi Bitcoin oleh perusahaan Strategy milik Michael Saylor masih menjadi sorotan. Perusahaan tersebut diketahui membeli 13.927 BTC senilai US$ 1 miliar pada pekan lalu.
Menariknya, pembelian tersebut tidak didanai melalui penerbitan saham biasa, melainkan melalui penerbitan saham preferen senilai US$ 1 miliar dengan imbal hasil 11,5%. Volume perdagangan saham preferen tersebut juga mencetak rekor, mengindikasikan potensi pembelian Bitcoin dalam jumlah besar kembali dalam waktu dekat.
Tren pemulihan cepat setelah tekanan akhir pekan kini menjadi pola yang kerap terjadi di pasar kripto sepanjang 2026, mencerminkan ketahanan investor terhadap gejolak geopolitik global.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






