Iran Buka Selat Hormuz, Harga Bitcoin (BTC) Bisa Tembus Level Ini
JAKARTA, investor.id - Harga bitcoin (BTC) naik di atas US$ 78.000 pada Jumat (17/4/2026) mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan karena breakout terkonfirmasi mendorong momentum ke zona US$ 80.000.
Reli ini terjadi setelah Iran kembali membuka Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, yang mendorong aksi risk-on di pasar saham dan aset kripto.
Meski begitu, para analis masih terpecah mengenai harga BTC bisa mempertahankan dorongan menembus resistance berat di atasnya atau tidak.
Pada waktu publikasi, bitcoin diperdagangkan di US$ 76.200, di bawah level psikologis US$ 80.000 yang terakhir diuji pada 31 Januari 2026.
Kenaikan ini terjadi setelah laporan bahwa Iran membuka Selat Hormuz sepenuhnya, di tengah kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung.
Analis kripto Rekt Capital menyoroti bahwa BTC mampu bertahan di atas puncak pembentukan di kisaran US$ 73.000, sehingga membuka peluang untuk penutupan mingguan yang positif.
Namun, dia juga memperingatkan bahwa pola serupa di bulan Maret berakhir dengan kenaikan lalu diikuti penolakan.
“Perkembangan bitcoin di time frame harian sangat menjanjikan, memungkinkan harga bertahan di atas puncak pembentukan sekitar US$ 73.000 yang paling penting untuk diperhatikan justru penutupan Mingguan selanjutnya,” tulis Rekt Capital.
Pada grafik harian, BTC sudah berhasil mengubah level resistance di kisaran US$ 73.000 menjadi support, didukung beberapa penutupan harian berturut-turut di atas zona breakdown sebelumnya.
Jika tren ini berlanjut, breakout dari area konsolidasi selama berpekan-pekan bisa terkonfirmasi.
Sementara itu, pasar prediksi Kalshi kini menilai peluang bitcoin tembus US$ 80.000 bulan ini sekitar 40%, tapi sejumlah level penting masih jadi perhatian di kuartal II-2026.
Trader Ted Pillows menyoroti US$ 76.000 sebagai area kunci yang jika direbut kembali bisa mendorong harga ke kisaran US$ 78.000 hingga US$ 80.000.
“Zona kunci untuk bitcoin di sini ialah US$ 76.000, dan jika level ini direbut kembali, BTC bisa bergerak ke zona US$ 78.000-US$ 80.000. Di rentang inilah saya akan membuka posisi short pada bitcoin,” tulis Ted.
Pergerakan bitcoin menembus US$ 76.000 memberi peluang masuk posisi long, lalu sempat menguji batas US$ 78.000 pada hari Jumat dan membuat banyak pihak pesimistis.
Prediksi di bulan April sebelumnya memproyeksikan BTC bisa mencapai kisaran pertengahan US$ 70.000-an sampai akhir bulan.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





