Harga Bitcoin (BTC) Ambles, Dipicu Sentimen Perang AS dan Iran
Di tengah pergerakan harga yang fluktuatif, pelaku pasar cenderung berhati-hati. Analis dari Material Indicators menilai sentimen pasar saat ini memang masih dominan positif, namun sangat rentan berubah.
Menurut mereka, perubahan sentimen bahkan bisa dipicu oleh faktor sederhana, seperti pernyataan di media sosial. Hal ini menunjukkan pasar kripto masih sangat sensitif terhadap perkembangan eksternal, terutama isu geopolitik.
Data dari CoinGlass mencatat tekanan besar pada posisi long saat harga Bitcoin terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto mencapai sekitar US$ 260 juta.
Baca Juga:
Bos Indodax Bicara Nasib Harga BitcoinDari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin masih tertahan di area resistance penting. Analis pasar Daan Crypto Trades menyoroti potensi gap pada kontrak berjangka Bitcoin di CME Group, yang kerap menjadi “magnet harga” dalam jangka pendek saat pasar dibuka kembali.
Sementara itu, analis lain, Rekt Capital, menekankan pentingnya level rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 21 pekan di sekitar US$ 78.900.
Bitcoin saat ini terlihat gagal menembus level tersebut, yang membuka peluang koreksi lanjutan. Jika tekanan berlanjut, harga Bitcoin berpotensi menguji kembali area US$ 73.000 dalam waktu dekat.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






