Selat Hormuz Makin Panas, Harga Bitcoin (BTC) Tertekan
JAKARTA, investor.id - Tekanan terhadap harga bitcoin (BTC) terus terjadi akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Iran sejak 28 Februari 2026.
Harga bitcoin (BTC) turun dari atas US$ 100.000 ketika Iran pertama kali menutup selat Hormuz pada awal tahun ini. Di tengah sentimen risk-off pada Minggu (19/4/2026) raja aset kripto ini kembali jatuh ke bawah US$ 75.000.
Melansir beincrypto, BTC sempat menguji US$ 78.392 pada pekan lalu. Level ini terhubung dengan tinggi 17 Maret dan koreksi 29 Maret, dan harga gagal menembus area tersebut.
Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$ 73.996 pada sesi perdagangan Asia, Senin (20/4/2026) turun 2,5% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan ini mengikuti eskalasi konflik di Teluk pada akhir pekan, ketika pasukan AS mencegat kapal kargo Iran pada Minggu (19/4/2026).
Kapal perusak AS USS Spruance menonaktifkan ruang mesin kapal kargo berbendera Iran. Komando militer gabungan Teheran menyebut aksi penangkapan ini tidak sah dan berjanji akan memberikan balasan langsung kepada aset angkatan laut AS.
Penangkapan pada hari Minggu tersebut menjadi kejadian pertama sejak Washington mulai melakukan blokade pelabuhan sepekan lalu.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas akan terus berlangsung sampai konflik selesai.
Tim AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan tiba di Islamabad pada Senin ini untuk negosiasi lanjutan. Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dikabarkan akan kembali untuk pertemuan tahap dua setelah sesi maraton akhir pekan lalu.
Presiden AS juga mengancam akan menyerang seluruh jaringan listrik dan jembatan Iran jika kesepakatan tidak diterima. Walaupun harga Bitcoin turun pada Minggu (19/4/2026) nilainya masih lebih tinggi 4,3% selama tujuh hari terakhir, sehingga tren kenaikan mingguan tetap terjaga.
Harga bergerak harian di rentang US$ 73.886 hingga US$ 76.165, dengan tekanan paling tajam terjadi pada Senin pagi waktu Asia. Total nilai pasar bertahan sekitar US$ 1,48 triliun dan volume transaksi harian berada di kisaran US$ 62 miliar pada periode yang sama.
Fokus pasar bergeser ke tenggat gencatan senjata pada Rabu pekan ini, yang menjadi titik penentuan dan bisa memperjelas arah aset berisiko. Jika diplomasi gagal, operasi tambahan dari AS nampaknya akan terjadi dan bisa memperpanjang tekanan terhadap aset digital maupun pasar saham.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





