Minggu, 21 Juni 2026

Harga Bitcoin (BTC) Turun, Sentimen Global Tekan Pasar Kripto

Penulis : Indah Handayani
22 Apr 2026 | 06:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: IST)
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: IST)

JAKARTA, investor.id Harga Bitcoin (BTC) turun pada Rabu (22/4/2026) pagi. Pelemahan itu karena tertekan sentimen global mulai dari ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran hingga dinamika kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melemah 0,6% menjadi US$ 2,54 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini turun 0,53% ke US$ 75.539 per koin atau sekitar Rp 1,29 miliar (kurs Rp 17.140).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar jatuh 0,64%. Dengan Ethereum terpangkas 0,42% ke US$ 2.309, Binance (BNB) melemah 0,11% ke US$ 628, Dogecoin (DOGE) anjlok 1,35% ke US$ 0,094, Solana (SOL) terpukul 0,45% ke US$ 85,29, dan XRP turun 0,36% ke US$ 1,42.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan di bawah US$ 77.000 pada awal sesi, sebelum turun mendekati US$ 75.000 pada perdagangan AS. Meski sempat rebound ke kisaran US$ 75.700, posisi tersebut masih mencerminkan pelemahan sekitar 0,9% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar yang mencermati perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran. Ketidakpastian meningkat setelah muncul laporan bahwa kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan ditunda.

Di saat yang sama, pemerintah AS juga menjatuhkan sanksi terhadap 14 individu, entitas, dan pesawat yang diduga terlibat dalam pengadaan atau pengiriman senjata untuk Iran, menambah tekanan geopolitik di pasar.

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian investor tertuju pada sidang uji kelayakan Kevin Warsh sebagai calon Ketua bank sentral AS. Dalam sidang di Senat, Warsh menegaskan pentingnya independensi bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

“Saya tidak pernah memberi tahu Presiden di mana saya melihat arah suku bunga, dan saya tidak akan melakukannya,” kata Warsh.

Warsh juga menegaskan, Presiden AS Donald Trump tidak pernah memintanya untuk menetapkan keputusan suku bunga tertentu dalam setiap diskusi yang dilakukan. Meski demikian, Trump secara terbuka beberapa kali mendorong penurunan suku bunga, yang memicu kekhawatiran pasar terkait independensi bank sentral.

Saham Kripto Tertekan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia