Cobaan Berat bagi Saham BBRI
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI terpeleset lagi 0,92% ke Rp 3.240 pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Investor asing ganas melepas saham emiten bank BUMN ini.
Sebanyak 223,08 juta saham BBRI diperdagangkan, frekuensi 61.113 kali, dan nilai transaksi Rp 726,13 miliar. Investor asing membukukan net sell di saham BRI mencapai Rp 404,87 miliar.
Sebelumnya, saat ex date dividen saham BBRI pada 21 April 2026, saham ini juga anjlok 4,94%.
Baca Juga:
Asing Hantam Saham BBRI Bertubi-tubiLantas bagaimana nasib saham BBRI selanjutnya?
CGS International Sekuritas melihat apabila saham BBRI kembali menurun pada Kamis (23/4/2026), maka support pertama saham ini di level 3.227 serta support kedua 3.213.
Sedangkan jika bisa menguat, resistance pertama saham Bank Rakyat Indonesia pada 3.267 dan resistance kedua 3.293.
Dalam sepekan terakhir, saham BRI melemah 4,71%. Dan di periode itu, investor asing membukukan net sell hingga Rp 1,24 triliun. Ini tentu menjadi cobaan berat bagi saham BBRI.
Adapun sepanjang tahun berjalan alias year to date (ytd), level terendah saham Bank Rakyat Indonesia pada 3.220 pada 7 April 2026. Dan itu juga merupakan level ternedah saham BBRI dalam lima tahun terakhir.
Tentu harga saham BBRI di Rp 3.240 kian dekat ke level terendahnya yang krusial dalam beberapa tahun terakhir.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI akan membagikan dividen final tahun buku 2025. Jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham BRI (BBRI) sebesar Rp 31,47 triliun atau sebesar Rp 209 per saham.
Dengan demikian, yield dividen final BBRI pada 6,07% (mengacu harga saham BBRI pada penutupan cum date).
Tanggal daftar pemegang saham yang berhak 22 April. Dan pembayaran dividen 8 Mei.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






