Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Ancang-ancang Lanjut Menanjak ke Titik Ini

Penulis : Natasha Khairunisa
24 Apr 2026 | 07:10 WIB
BAGIKAN
Sam Nguyen menunjukkan emas batangan di tokonya di St. Vincent Jewelry Center di Jewelry District, Los Angeles, AS pada Rabu (30/10/2025). (Foto: AP/ Jae C. Hong)
Sam Nguyen menunjukkan emas batangan di tokonya di St. Vincent Jewelry Center di Jewelry District, Los Angeles, AS pada Rabu (30/10/2025). (Foto: AP/ Jae C. Hong)

JAKARTA, investor.id - Harga emas diprediksi masih memiliki jalan untuk kembali rebound setelah dilemahkan oleh sentimen global.

Dikutip dari Kitco News, Jumat (24/4/2026) analis emas, sekaligus CEO & executive producer The gold ForecastGary Wagner menyoroti sentimen tentang geopolitik yang tidak stabil turut melemahkan posisi emas di pasar. 

Salah satunya, pemblokiran Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur perlintasan 20% energi global terus berlangsung meski adanya langkah gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

Adapun ketidakpastian seputar perkembangan diskusi perdamaian antara AS dan Iran. Namun, meski dibayangi sentimen konflik di Timur Tengah, Gary melihat harga emas berpeluang kembali pulih ke zona hijau.

"Eskalasi baru apa pun dapat menghidupkan kembali permintaan safe-haven untuk emas dan mendorong harga ke kisaran US$ 4.900 - US$5.000 per troy ons yang sebelumnya telah ditargetkan oleh beberapa analis sebelum konflik pecah," ungkap Wagner.

Menurut Wagner menambahkan, risiko pelemahan pada harga emas bergantung pada tiga sentimen yang saling berkaitan.

Sentimen pertama, adalah dimulainya kembali negosiasi AS-Iran dapat menurunkan harga minyak lebih lanjut, yang akan mengurangi tekanan inflasi dan, secara paradoks, meredam salah satu penopang utama emas bahkan ketika pasar yang lebih tenang mengurangi urgensi aset safe-haven.

Kedua , data ekonomi AS yaitu pembacaan PMI untuk sektor manufaktur dan jasa, bersama dengan klaim pengangguran mingguan, dapat memengaruhi ekspektasi The Fed dan, secara tidak langsung, dolar AS.

Selanjutnya adalah sentimen tentang jadwal penugasan resmi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve, yang masih terkait dengan dinamika politik termasuk kebuntuan di Senat atas penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Ketua Fed saat ini, Jerome Powell.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia