Minggu, 21 Juni 2026

Lebih Dalam soal BBCA, Muncul Target Harga Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
26 Apr 2026 | 09:01 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BBCA)
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BBCA)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA tengah mengalami tekanan jual hebat, terutama oleh investor asing. Lantas, bagaimana prospek BBCA sebenarnya? Muncul target harga baru saham BBCA.

BBCA mencatatkan laba bersih Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026 (1Q26), tumbuh 4% qoq atau naik 4% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya pendapatan berbasis biaya (fee income) serta efisiensi biaya operasional (opex).

“Perolehan laba bersih BBCA telah mencapai 24% dari estimasi kami maupun konsensus untuk tahun ini, sehingga dinilai sesuai ekspektasi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (26/4/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA turun 33 basis poin (bps) qoq atau melemah 49 bps yoy menjadi 5,7%. Itu terutama akibat penurunan imbal hasil aset produktif, sedangkan biaya dana (cost of funds/CoF) tetap stabil.

Manajemen BBCA, menurut Victor, menyampaikan bahwa tekanan pada imbal hasil kredit korporasi mulai mereda dan membuka peluang untuk penyesuaian suku bunga kredit ke arah yang lebih tinggi.

Pendapatan operasional lainnya juga tumbuh 15% qoq atau 11% yoy, didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis biaya dan komisi. Opex terpangkas 9% qoq atau sedikit lebih rendah secara tahunan (-1%), seiring inisiatif efisiensi tenaga kerja.

Kemudian, penyaluran kredit BCA (BBCA) relatif stagnan secara kuartalan (qoq), namun meningkat 6% yoy. Dana pihak ketiga naik 3% qoq, ditopang oleh pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 4%, sehingga rasio CASA mencapai 84,7%.

Secara keseluruhan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan kredit berisiko (loan at risk/LaR) masing-masing turun 5% dan 11% yoy. Hal itu didorong oleh perbaikan di segmen korporasi dan komersial. Namun, perbaikan ini sebagian terimbangi oleh penurunan kualitas di segmen konsumer dan UKM.

“Jika segmen korporasi dikecualikan, segmen lainnya mencatat kenaikan rasio NPL dan LaR secara kuartalan. Manajemen menyoroti bahwa pelemahan di kredit ritel masih berlanjut, serta adanya penurunan kualitas pada kredit komersial,” sebut Victor.

Target Harga Baru Saham BBCA 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 58 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 7 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia