Lebih Dalam soal BBCA, Muncul Target Harga Baru
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA tengah mengalami tekanan jual hebat, terutama oleh investor asing. Lantas, bagaimana prospek BBCA sebenarnya? Muncul target harga baru saham BBCA.
BBCA mencatatkan laba bersih Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026 (1Q26), tumbuh 4% qoq atau naik 4% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh kuatnya pendapatan berbasis biaya (fee income) serta efisiensi biaya operasional (opex).
Baca Juga:
Bocoran Dividen BCA (BBCA)“Perolehan laba bersih BBCA telah mencapai 24% dari estimasi kami maupun konsensus untuk tahun ini, sehingga dinilai sesuai ekspektasi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (26/4/2026).
Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA turun 33 basis poin (bps) qoq atau melemah 49 bps yoy menjadi 5,7%. Itu terutama akibat penurunan imbal hasil aset produktif, sedangkan biaya dana (cost of funds/CoF) tetap stabil.
Manajemen BBCA, menurut Victor, menyampaikan bahwa tekanan pada imbal hasil kredit korporasi mulai mereda dan membuka peluang untuk penyesuaian suku bunga kredit ke arah yang lebih tinggi.
Pendapatan operasional lainnya juga tumbuh 15% qoq atau 11% yoy, didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis biaya dan komisi. Opex terpangkas 9% qoq atau sedikit lebih rendah secara tahunan (-1%), seiring inisiatif efisiensi tenaga kerja.
Kemudian, penyaluran kredit BCA (BBCA) relatif stagnan secara kuartalan (qoq), namun meningkat 6% yoy. Dana pihak ketiga naik 3% qoq, ditopang oleh pertumbuhan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 4%, sehingga rasio CASA mencapai 84,7%.
Secara keseluruhan, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) dan kredit berisiko (loan at risk/LaR) masing-masing turun 5% dan 11% yoy. Hal itu didorong oleh perbaikan di segmen korporasi dan komersial. Namun, perbaikan ini sebagian terimbangi oleh penurunan kualitas di segmen konsumer dan UKM.
“Jika segmen korporasi dikecualikan, segmen lainnya mencatat kenaikan rasio NPL dan LaR secara kuartalan. Manajemen menyoroti bahwa pelemahan di kredit ritel masih berlanjut, serta adanya penurunan kualitas pada kredit komersial,” sebut Victor.
Target Harga Baru Saham BBCA
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






