Lebih Dalam soal BBCA, Muncul Target Harga Baru
BCA (BBCA) mempertahankan panduan 2026 di tengah suku bunga BI yang stabil. BBCA menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 8-10%, NIM 5,4-5,6%, CoC (cost of credit) 0,4-0,5%, CIR (cost to income ratio) 31-33%, dan rasio LaR 4,6-4,8%.
BBCA juga akan membagikan dividen interim dalam tiga tahap, yaitu bulan Juni, September, dan Desember.
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA. Namun, target harga saham BBCA diturunkan menjadi Rp 10.900 dari sebelumnya Rp 11.400.
Target harga baru tersebut berdasarkan revisi rata-rata tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor (cost of equity/CoE) lima tahun menjadi 7% dari sebelumnya 6,8%. Revisi itu menghasilkan estimasi PBV (price to book value) nilai wajar sebesar 4,5 kali.
Untuk pandangan jangka pendek (taktis 3 bulan), BRI Danareksa Sekuritas tetap merekomendasikan overweight (OW).
Meskipun ada tekanan dari risiko negara (country risk) dan arus keluar dana asing, BRI Danareksa Sekuritas melihat potensi penurunan valuasi yang terbatas, mengingat valuasi saat ini sudah berada di bawah standar deviasi (SD) -3 dari sisi CoE maupun PBV.
Risiko utamanya jika kualitas aset memburuk dan terjadi stagnasi biaya dana (CoF).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






