Minggu, 21 Juni 2026

Aksi Beli Emas Mulai Direm

Penulis : Natasha Khairunisa
26 Apr 2026 | 12:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri)
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri)

JAKARTA, investor.id - Tren aksi beli emas mulai melambat di tengah gejolak geopolitik yang mengguncang pasar komoditas logam mulia, terutama pergerakan harga emas.

Dikutip dari Mining.com, Minggu (26/4/2026), perlambatan aksi beli emas salah satunya terjadi di Swiss, di mana bank sentral negara itu menyatakan tidak berencana untuk mengubah tingkat cadangan emas.

Langkah tersebut diumumkan oleh Ketua Dewan Direksi Bank Nasional Swiss (SNB), Martin Schlegel, dalam rapat pemegang saham bank sentral pekan ini.

ADVERTISEMENT

SNB memiliki 1.040 ton emas di mana 70% di antaranya disimpan di Swiss dan 30% di luar negeri, kata Schlegel.

“Kami tidak berencana untuk menambah atau mengurangi kepemilikan emas kami. Terutama selama tahun lalu, emas tentu saja berkinerja baik dalam konteks portofolio,” kata Schlegel dalam pernyataannya.

“Keuntungan tahun lalu sebagian besar didorong oleh harga emas. Itu berarti masuk akal untuk memegang sebagian emas dari perspektif diversifikasi juga,” tambahnya.

Meski demikian, pembelian emas oleh bank sentral memulai tren baru di kawasan lain. Bank sentral Uganda mengatakan bahwa pihaknya telah mulai membeli emas dari produsen dalam negeri, di bawah program pemerintah tentang pemasukkan emas batangan sebagai bagian dari cadangan devisa negara.

Bank of Uganda ( BoU) mengungkapkan bahwa pembelian emas pertama dilakukan pada 17 April lalu. Namun, bank sentral itu tidak memberikan rincian tentang nilai logam mulia yang dibeli tersebut.

BoU bergabung dengan bank sentral lain di Afrika seperti Kenya dan Republik Demokratik Kongo yang juga telah mengumumkan langkah-langkah mendiversifikasi cadangan dengan membeli emas.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 4 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 4 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 4 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 5 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 5 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 5 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia