Minggu, 21 Juni 2026

Laporan Tiger Research Temukan Paradoks Pasar Kripto Asia

Penulis : Windarto
27 Apr 2026 | 23:58 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST
Ilustrasi Bitcoin (BTC). IST

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto di Asia tengah mengalami fenomena unik yang disebut sebagai "paradoks utama". Meski arus modal institusional melonjak pasca persetujuan ETF spot di berbagai negara, jumlah partisipasi investor ritel justru menunjukkan tren penurunan.

Laporan terbaru dari firma riset Web3, Tiger Research, yang bekerja sama dengan bursa kripto HTX, mengungkapkan bahwa hambatan regulasi, beban pajak, dan masalah aksesibilitas menjadi faktor utama yang membuat puluhan juta calon investor (crypto-curious) masih ragu untuk terjun ke pasar.

Laporan Tiger Research tersebut membedah kondisi di sembilan pasar Asia dengan tantangan yang berbeda-beda. Di Korea Selatan, volume perdagangan tercatat tertinggi di Asia sebesar US$ 663 miliar pada paruh kedua 2025. Namun, minat mulai melemah akibat rencana pemberlakuan pajak kripto dan beralihnya investor ke pasar saham.

ADVERTISEMENT

Jepang memiliki sistem keamanan terbaik, namun "mencekik" investor dengan pajak keuntungan hingga 55%, jauh di atas pajak saham konvensional.

Di Hong Kong, meski regulasi sudah matang, akses ritel terhambat oleh syarat kekayaan minimum yang sangat tinggi bagi investor.  

Sedangkan Thailand menjadi negara yang paling progresif dalam memangkas hambatan dengan kebijakan pembebasan pajak untuk menarik minat masyarakat.

Transisi Regulasi di Indonesia

Indonesia mencatat perhatian khusus dalam laporan ini. Sejak Januari 2025, pengawasan kripto telah resmi berpindah dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini mengubah status kripto dari komoditas menjadi Aset Keuangan Digital, sejajar dengan saham dan obligasi.

Meski jumlah akun kripto telah mencapai 22,1 juta, angka ini dinilai masih rendah dibandingkan total populasi Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa. Masa transisi hingga Januari 2027 akan menjadi periode krusial bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menentukan arah adopsi ritel di Tanah Air. 

Laporan ini juga menekankan bahwa volatilitas harga, yang kerap dianggap sebagai hambatan utama, sebenarnya bukan akar permasalahan. Pasar saham juga mengalami volatilitas, namun tetap menarik partisipasi luas karena adanya regulasi yang jelas, perlindungan investor, dan legitimasi sosial. Faktor-faktor inilah yang masih perlu diperkuat dalam ekosistem kripto di sebagian besar negara Asia.

Tantangan Keuangan Tradisional

Laporan ini juga memperingatkan bursa kripto (exchange) lokal bahwa persaingan kini datang dari sektor keuangan tradisional. Institusi besar seperti SBI Holdings di Jepang dan perusahaan sekuritas di Thailand mulai menawarkan akses investasi kripto melalui jalur yang lebih akrab bagi masyarakat umum.

"Jendela bagi exchange untuk mengonversi kelompok crypto-curious di Asia semakin menyempit," ujar Ryan Yoon, Head of Research Tiger Research.

Menurutnya, jika ingin bertahan, exchange harus menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki perbankan tradisional, seperti akses ke ekosistem Decentralized Finance (DeFi), variasi aset yang lebih luas, serta operasional pasar 24/7, namun tetap mengutamakan pembangunan kepercayaan dan lokalisasi strategi.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia