Minggu, 21 Juni 2026

Prediksi Bitcoin (BTC) Bulan Ini, Mampukah Tembus ’Dinding’ US$ 80.000?

Penulis : Grace El Dora
2 Mei 2026 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

JAKARTA, investor.id – Setelah mencatatkan performa impresif pada April 2026 dengan kenaikan 14%, Bitcoin (BTC) kini memasuki Mei 2026 dengan tantangan besar. Meskipun saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 78.000, aset kripto terbesar di dunia ini terpantau kesulitan menembus angka psikologis US$ 80.000 dalam dua pekan terakhir.

Para analis menyoroti empat faktor kunci yang akan menentukan arah gerak Bitcoin sepanjang Mei 2026 seperti dikutip laman Investing, Sabtu (2/5/2026). 

Empat Katalis Utama Bitcoin pada Mei 2026

1. Laporan Keuangan MicroStrategy (5 Mei)

ADVERTISEMENT

MicroStrategy (MSTR), pemegang Bitcoin korporasi terbesar, dijadwalkan merilis laporan kuartal I-2026 pada 5 Mei. Pasar akan memantau apakah CEO MicroStrategy Michael Saylor akan terus menambah koleksi 818.334 BTC miliknya atau justru mulai mengerem pembelian. Jika pembelian terhenti, sentimen pasar bisa berbalik negatif.

2. Suksesi Kepemimpinan The Fed (15 Mei)

Era kepemimpinan Jerome Powell berakhir di The Federal Reserve (The Fed). Pada 15 Mei, Kevin Warsh dijadwalkan menggantikan posisi Powell sebagai kedua dewan gubernur. Pasar berekspektasi Warsh akan bersikap lebih dovish (longgar) terkait kebijakan suku bunga dibandingkan Powell. Harapan akan pemangkasan suku bunga yang lebih cepat dapat memicu pelemahan dolar AS, yang biasanya menjadi angin segar bagi Bitcoin.

3. Gencatan Senjata Iran: Kartu As Pasar

Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor liar (wildcard). Jika gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran benar-benar terwujud dan harga minyak turun di bawah US$ 90 per barel, pasar kripto diprediksi akan reli bersama pasar keuangan lainnya. Sebaliknya, jika konflik memanas dan minyak Brent melonjak ke US$ 130, tekanan makro bisa memicu aksi jual masif.

4. Aliran Dana ETF Bitcoin

Adapun April 2026 menjadi periode terbaik bagi aliran masuk (inflow) ETF Bitcoin dengan nilai mencapai US$ 2,44 miliar. Namun, tren ini mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh pada akhir bulan. Jika aliran dana kembali positif pada dua minggu pertama Mei 2026, peluang Bitcoin untuk melesat di atas US$ 80.000 terbuka lebar.

Proyeksi Harga: Bullish vs Bearish

Secara teknis, jika Bitcoin mampu menutup harga secara harian di atas US$ 80.000, target selanjutnya berada di kisaran US$ 85.000 hingga US$ 88.000. Fenomena "short squeeze" (penutupan paksa posisi jual) bisa mempercepat kenaikan ini.

Namun, investor perlu waspada terhadap "kantong udara" jika harga jatuh di bawah US$ 75.000. Tanpa dukungan kuat di area tersebut, Bitcoin berisiko merosot ke level US$ 70.000 atau bahkan US$ 66.000 jika kondisi makro global memburuk.

Para ahli memperkirakan Bitcoin akan bergerak di rentang US$ 75.000 hingga US$ 85.000 sepanjang Mei 2026.

Mei 2026 menjadi titik balik penting bagi pasar kripto karena bertepatan dengan perubahan fundamental pada kepemimpinan moneter Amerika Serikat. Pergantian kursi Ketua The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh terjadi di saat inflasi global masih belum sepenuhnya stabil akibat gangguan rantai pasok energi di Selat Hormuz.

Secara historis, Bitcoin memiliki performa yang cukup baik di bulan Mei dengan rata-rata imbal hasil 8% dalam satu dekade terakhir. Namun, 2026 menghadirkan anomali karena aset digital kini semakin berkorelasi erat dengan komoditas energi dan risiko geopolitik.

Keterlibatan institusi besar melalui instrumen ETF juga membuat pergerakan harga Bitcoin menjadi lebih sensitif terhadap sentimen korporasi global, menandakan bahwa era Bitcoin sebagai aset yang sepenuhnya terisolasi dari ekonomi tradisional telah berakhir.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia