Minggu, 21 Juni 2026

Likuidasi ’Short’ Bitcoin (BTC) Tembus Rp 1,9 Triliun di Tengah Ketegangan AS-Iran

Penulis : Grace El Dora
4 Mei 2026 | 11:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin (BTC).
Ilustrasi Bitcoin (BTC).

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto kembali diguncang aksi beli masif yang mendorong harga Bitcoin (BTC) menyentuh level US$ 80.000 (sekitar Rp 1,4 miliar). Lonjakan harga yang sangat cepat ini memicu likuidasi posisi short (kontrak yang bertaruh pada penurunan harga) senilai lebih dari US$ 114 juta atau setara Rp 1,9 triliun hanya dalam waktu satu jam.

Pergerakan agresif ini berkaitan erat dengan dinamika geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terus memengaruhi harga minyak dunia dan sentimen risiko global, seperti dikutip laman Crypto Briefing, Senin (4/5/2026).

Meskipun ketegangan sempat memuncak, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi berakhirnya konflik dalam hitungan minggu telah memicu sentimen risk-on, yang menjadi bahan bakar utama bagi rebound Bitcoin dari posisi rendah sebelumnya.

Kepercayaan Pasar Menguat

ADVERTISEMENT

Data pasar prediksi menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang sangat tinggi. Probabilitas Bitcoin untuk tetap bertahan di atas level US$ 66.000 hingga awal Mei diprediksi mencapai angka 99,8%. Hal ini mencerminkan optimisme pelaku pasar bahwa momentum kenaikan masih akan berlanjut di tengah risiko geopolitik yang berkembang.

Meskipun harga saat ini menunjukkan penguatan yang signifikan, prediksi untuk mencapai rekor tertinggi baru (All Time High) pada akhir 2026 masih berada pada angka yang moderat, yakni di kisaran 3,2% hingga 8,5%.

Fokus pada Kebijakan Global

Pelaku pasar kini memantau ketat setiap perkembangan dalam resolusi konflik AS-Iran.

Selain faktor geopolitik, indikator utama lainnya seperti perubahan kebijakan The Federal Reserve (The Fed) atau pembelian Bitcoin berskala besar oleh institusi diprediksi akan terus memengaruhi dinamika pasar dalam beberapa hari mendatang. Rilis data makroekonomi juga menjadi poin penting yang dapat mengubah arah fluktuasi harga aset digital ini.

Fluktuasi harga Bitcoin yang menyentuh angka US$ 80.000 pada Mei 2026 ini menunjukkan peran ganda aset kripto dalam ekosistem keuangan global.

Di satu sisi, Bitcoin dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high-risk asset) yang sangat sensitif terhadap sentimen makroekonomi. Namun, di sisi lain, dalam kondisi ketegangan geopolitik yang memengaruhi mata uang konvensional dan sistem perbankan, sebagian investor mulai meliriknya sebagai alternatif perlindungan nilai digital.

Penyelesaian ketegangan antara AS dan Iran menjadi faktor kunci dalam stabilitas harga kali ini.

Sejarah menunjukkan setiap kali terjadi eskalasi militer di wilayah penghasil energi utama, pasar akan bereaksi terhadap ketidakpastian harga minyak. Namun, dengan adanya sinyal de-eskalasi dari Gedung Putih, aliran modal kembali masuk ke instrumen investasi yang lebih agresif.

Penembusan angka US$ 80.000 ini bukan sekadar angka psikologis, melainkan cerminan dari likuiditas pasar yang masih sangat besar meskipun dihantam berbagai krisis politik internasional selama awal tahun 2026.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia