Kamis, 14 Mei 2026

Pasar Emas Perhiasan Dihantui Perlambatan

Penulis : Natasha Khairunisa
13 Mei 2026 | 06:05 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)
Ilustrasi emas batangan. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan emas perhiasan terbesar di India mengungkapkan bahwa pihaknya mengantisipasi perlambatan sementara dalam permintaan imbas kebijakan baru yang membatasi pembelian logam mulia. 

India sendiri dikenal sebagai negara dengan jumlah konsumen emas terbesar kedua di dunia.

Meski adanya risiko perlambatan dalam pembelian, Titan Co. Ltd mengaku yakin bahwa konsumsi domestik akan tetap tangguh dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Dilaporkan, Titan Co tengah mengamati bagaimana permintaan emas di India akan berubah setelah Perdana Menteri Narendra Modi mendesak masyarakat negara itu untuk menunda pembelian emas guna mengurangi tekanan pada cadangan devisa.

“Kami menunggu pengumuman kebijakan,” kata kepala keuangan Titan Co, Ashok Sonthalia, dikutip dari Mining, Rabu (13/5/2026).

"Perusahaan memperkirakan tidak ada gangguan setidaknya selama empat bulan ke depan," bebernya.

Ashok Sonthalia menyebut, perlambatan sementara dan jangka pendek dalam aksi beli emas perhiasan diperkirakan terjadi namun tidak sepenuhnya membebani permintaan.

Saham Titan turun hingga 2,2% pada hari Selasa, memperpanjang penurunan 6% yang terlihat setelah pengumuman kebijakan impor emas di India.

Konflik tersebut juga berdampak pada operasi Titan di Timur Tengah, menurut Sonthalia. Perusahaan telah memperlambat rencana ekspansi di kawasan tersebut hingga situasi saat ini membaik.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 58 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 1 jam yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 2 jam yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia