Kamis, 14 Mei 2026

Cobaan bagi Indo Tambangraya (ITMG)

Penulis : Erta Darwati
14 Mei 2026 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: ITMG)
Kegiatan usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (Foto: ITMG)

JAKARTA, investor.id - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat laba bersih US$ 55 juta pada kuartal I-2026. 

Laba bersih Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun sebesar 16% secara year on year (yoy), dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 66,42 juta.

Penurunan laba bersih ITMG secara kuartalan pada kuartal I-2026 utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan dan margin laba kotor.

ADVERTISEMENT

Pendapatan turun 3% QoQ akibat penurunan volume penjualan turun 7% QoQ, yang dipengaruhi oleh efek seasonality berupa curah hujan tinggi.

Adapun harga jual rata–rata naik 5% QoQ seiring meningkatnya kontribusi pendapatan dari pasar ekspor menjadi 85% dari total pendapatan.

Penurunan volume penjualan yang lebih moderat dibandingkan volume produksi menyebabkan terjadinya penyusutan persediaan, sehingga menekan margin laba kotor menjadi 27% pada kuartal I-2026.

Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto mengatakan hasil tersebut masih sejalan dengan ekspektasi konsensus, 21% estimasi 2026F.

“Kami menilai hasil tersebut masih sejalan dengan ekspektasi konsensus, dengan asumsi pemerintah menerima banding ITMG atas pemangkasan kuota produksi RKAB 2026 pada pertengahan tahun ini serta tidak menerapkan bea ekspor batu bara,” tulisnya dalam ulasan, dikutip Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, ITMG masih menghadapi ketidakpastian regulasi yang kini menjadi tantangan utama bagi perseroan, meski diuntungkan dengan kenaikan harga batu bara acuan.

Dia mengatakan bahwa investor perlu mencermati keputusan pemerintah terkait potensi penerimaan banding perseroan atas pemangkasan kuota produksi batu bara.

Selain itu, menurutnya terdapat risiko penerapan bea ekspor batu bara, mengingat porsi pendapatan ekspor ITMG yang tinggi. 

“Berdasarkan analisis sensitivitas kami, penerapan bea ekspor batu bara dengan tarif 5% berpotensi menekan estimasi kami atas laba bersih 2026F ITMG sekitar 25%, dengan asumsi volume penjualan ekspor setara dengan realisasi tahun sebelumnya,” ujarnya.

Adapun ITMG baru akan mengadakan earnings call untuk membahas kinerja kuartal I-2026 pada, Senin (18/5/2026).

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 5 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 30 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 52 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 57 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia