Sabtu, 20 Juni 2026

Harga Emas Kena Tekanan Beruntun

Penulis : Natasha Khairunisa
19 Jun 2026 | 06:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto: ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa)
Ilustrasi emas batangan dan uang kertas dolar AS. (Foto: ANTARA/REUTERS/Heinz-Peter Bader/aa)

JAKARTA, investor.id - Harga emas tak kunjung mendapatkan momentum seiring keputusan baru kebijakan moneter global yang mengarah ke suku bunga yang lebih tinggi.

Dikutip dari Kitco News, Jumat (18/6/2026) harga emas tidak menunjukkan banyak reaksi terhadap keputusan Bank of England (BoE) yang mempertahankan suku bunganya di level 3,75%; namun, dua anggota komite memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Adapun Federal Reserve yang juga menahan suku bunga acuan dalam kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan kebijakan hari Rabu (17/6/2026). Sebelumnya, Bank Sentral Eropa juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan kebijakan moneternya, BoE mencatat posisinya yang sulit karena harga energi mengingkatkan tekanan inflasi sementara ekonomi terus melemah. Menyusul keputusan kebijakan moneter BoE, pasar memperkirakan pengetatan sekitar 35 basis poin tahun ini, kurang lebih tidak berubah dari ekspektasi sebelum pertemuan tersebut.

Harga emas spot terakhir diperdagangkan terhadap poundsterling Inggris pada £ 3.211,84 per troy ounce, turun 0,37% pada hari Kamis (18/6/2026).

Adapun terhadap dolar AS, arga emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 4.247,60 per troy ounce atau turun 0,20% pada hari itu.

Selain itu, harga emas juga melemah setelah rilis klaim awal untuk tunjangan pengangguran di Amerika Serikat yang mencapai 226.000 (setelah disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir pada 13 Juni 2026.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 27 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 42 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia