Minggu, 21 Juni 2026

Deretan Saham Loncat Saat IHSG Menanjak

Penulis : Erta Darwati
19 Jun 2026 | 16:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi IHSG
Sumber; Antara
Ilustrasi IHSG Sumber; Antara

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (19/6/2026), ditutup menguat 4,8 poin (0,08%) ke level 6.177,1.

Sejumlah saham terpantau memberikan cuan besar mulai dari saham SDMU hingga MORA dengan lonjakan harga 20% sampai 34%.

Adapun total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 26,4 triliun. Sebanyak 353 saham menguat, sedangkan 358 saham turun dan 248 saham stagnan. Volume perdagangan sebanyak 30,57 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.710 juta kali.

ADVERTISEMENT

Beberapa sektor saham mengalami penguatan pada penutupan pasar hari ini, dengan sektor yang menguat paling tinggi pada sektor infrastruktur sebesar 1,61%. 

Lalu, penguatan pada sektor kesehatan 1,52%, sektor barang konsumen non-primer 1,09%, sektor barang konsumen primer 0,4% dan sektor transportasi 0,2%.

Sementara itu, pelemahan melanda sektor properti 1,86%, sektor barang baku 1,83%, sektor teknologi 1,01%, sektor keuangan 0,75%, sektor perindustrian 0,2%, dan sektor energi 0,03%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, termasuk implementasi kesepakatan damai tentatif antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mulai menurunkan tensi geopolitik serta menekan harga minyak dunia.

Kesepakatan tersebut diikuti pencabutan blokade laut Iran oleh AS. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa setiap keringanan ekonomi terhadap Teheran akan bergantung pada kepatuhan Iran terhadap ketentuan perjanjian. Di sisi lain, lanjut Pilarmas, pasar masih dibayangi kekhawatiran kebijakan moneter ketat The Fed. 

Dari dalam negeri, Pilarmas menilai Indonesia masih berada dalam kategori emerging market, meski diperlukan sejumlah perbaikan dari sisi tata kelola dan transparansi pasar.

Selain itu, Pilarmas mengatakan, potensi kenaikan IHSG juga dibatasi oleh sorotan MSCI, yang menurunkan penilaian pada aspek Information Flow akibat lemahnya transparansi kepemilikan saham serta kekhawatiran adanya perdagangan terkoordinasi.

Cuan Besar

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia