Sabtu, 20 Juni 2026

Saham SpaceX Melonjak Selamatkan Bitcoin (BTC)

Penulis : M. Ghafur Fadillah
19 Jun 2026 | 21:16 WIB
BAGIKAN
Sebuah iklan mata uang kripto Bitcoin (BTC) ditampilkan di sebuah gedung di Hong Kong pada 18 November 2021. (Foto: AP/ Kin Cheung)
Sebuah iklan mata uang kripto Bitcoin (BTC) ditampilkan di sebuah gedung di Hong Kong pada 18 November 2021. (Foto: AP/ Kin Cheung)

JAKARTA, investor.id - Penguatan saham SpaceX dan rebound harga bitcoin dalam sepekan terakhir dinilai membuka kembali perhatian investor terhadap aset-aset global berorientasi pertumbuhan (growth assets). 

Tren tersebut juga mendorong meningkatnya minat terhadap instrumen investasi berbasis tokenisasi aset (real world assets/RWA) yang memungkinkan investor ritel memperoleh eksposur terhadap aset global dengan modal yang lebih terjangkau.

Dalam beberapa hari setelah pencatatan perdananya, saham SpaceX (SPCX) dilaporkan melonjak lebih dari 20% sehingga mendorong valuasi perusahaan mendekati US$ 2,7 triliun. Di sisi lain, bitcoin (BTC) berhasil rebound sekitar 7,38% dalam sepekan dan sempat menyentuh level US$ 65.766 berdasarkan data CoinMarketCap per 17 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik global pasca tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen tersebut mendorong investor kembali memburu aset berisiko yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Direktur Bisnis Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan fenomena penguatan SpaceX dan bitcoin secara bersamaan menunjukkan semakin kuatnya minat pasar terhadap aset pertumbuhan, terutama ketika investor mencari alternatif diversifikasi di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menurutnya, tokenisasi aset menjadi salah satu inovasi yang memungkinkan investor memperoleh akses terhadap berbagai aset global yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Melalui proses tokenisasi, berbagai aset yang sebelumnya sulit diakses investor dapat dimiliki secara lebih mudah dan efisien. Investor dapat memperoleh eksposur terhadap aset bernilai nyata dengan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan teknologi blockchain,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Ryan menjelaskan, tokenisasi aset berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting yang akan membentuk masa depan industri investasi. Karena itu, perusahaan terus menambah pilihan aset global yang dapat diakses investor domestik melalui platform perdagangan aset kripto.

Salah satunya melalui kehadiran SpaceX xStock (SPCXX), aset tokenisasi yang memberikan eksposur terhadap saham SpaceX. Produk tersebut melengkapi berbagai instrumen investasi global yang tersedia bagi investor ritel Indonesia.

“Bittime melihat tokenisasi aset sebagai salah satu perkembangan penting yang akan membentuk masa depan industri investasi. Karena itu kami terus menghadirkan berbagai tokenisasi aset global agar investor Indonesia memiliki lebih banyak pilihan dalam membangun portofolio yang terdiversifikasi,” kata Ryan.

Selain memperluas pilihan aset investasi, Bittime juga meluncurkan program Bittime Mining Points: League of Traders. Program tersebut memungkinkan pengguna memperoleh poin dari aktivitas perdagangan dan referral berbagai aset yang tersedia di platform, termasuk bitcoin (BTC), token emas (XAUT), stablecoin USDT, hingga SpaceX xStock (SPCXX).

Poin yang terkumpul nantinya dapat ditukarkan menjadi hadiah dalam bentuk USDT, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang aktif bertransaksi.

Ryan menilai meningkatnya integrasi pasar keuangan global membuat akses terhadap aset internasional kini semakin terbuka bagi investor ritel Indonesia. Aset seperti bitcoin maupun SpaceX yang sebelumnya hanya dapat diakses kalangan tertentu kini menjadi lebih inklusif berkat perkembangan teknologi blockchain dan tokenisasi.

Meski demikian, dia mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan risiko yang melekat pada aset kripto maupun instrumen investasi berbasis tokenisasi. Volatilitas pasar yang tinggi dapat menciptakan peluang keuntungan, namun juga berpotensi meningkatkan risiko kerugian.

“Edukasi mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makroekonomi tetap menjadi fondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan,” tegas Ryan.

Dia menambahkan, aset kripto mengandung berbagai risiko, mulai dari fluktuasi harga, risiko likuiditas, perkembangan teknologi, hingga perubahan regulasi. Karena itu investor perlu melakukan riset secara mendalam dan memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Penguatan SpaceX dan bitcoin dalam waktu yang hampir bersamaan menjadi sinyal bahwa minat terhadap aset global berpotensi kembali meningkat. 

Bagi investor Indonesia, perkembangan tokenisasi aset membuka peluang diversifikasi yang lebih luas, meski tetap harus diimbangi dengan disiplin pengelolaan risiko dan pemahaman yang memadai terhadap karakteristik masing-masing instrumen investasi.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 8 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 18 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 30 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 42 menit yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 1 jam yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia